Surat Jamuan Hidangan (Al-Maidah)

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Al-Maidah dalam bahasa Arab, berarti “Jamuan Hidangan ” adalah surat ke 5 dalam Al-Qur’an dengan jumlah ayat 120. Sebagian besar surat Al-Maidah diturunkan di Madinah, namun ada beberapa ayat yang diturunkan saat Nabi Saw melaksanakan haji wada’ di Mekkah.

Adapun penamaan surat ini dengan ‘Jamuan hidangan’ mengkisahkan peristiwa antara Nabi Isa dan para pengikutnya, dengan hidangan yang diturunkan dari langit oleh ALLOH SWT, sebagai anugerah -NYA.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun kisah menarik yang ada dalam surat Al-Maidah adalah kisah cinta segitiga putra putri Nabi Adam

Kisah mereka ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27-31.

Iri dengki inilah penyebab Qabil membunuh Habil, maka jadilah Qabil membunuh Habil.

Dalam literatur dan riwayat tidak ada waktu yang pasti berapa lama Qabil membawa mayat Habil, dipanggul kemana mana; Sebagian ulama meriwayatkan bahwa Qabil memanggul jenazah Habil selama satu tahun!.

Mayat Habil pun digendong oleh Qabil sambil mencari tempat untuk menyembunyikan jenazah yang mulai mengeluarkan bau busuk, namun Qabil tidak menemukan tempat tersebut. Saat Qabil mulai kebingungan dan putus asa; Akhirnya

ALLOH SWT memberinya petunjuk melalui pembunuhan/ pertarungan dua ekor burung gagak, kemudian seekor burung gagak yang menang menggali nggali bumi untuk mengubur mayat burung gagak yang kalah (Al Maidah: 31)

Perbuatan Qabil membunuh Habil merupakan dosa pertama yang dilakukan oleh manusia. Qabil memikul dosa setiap pembunuhan yang tidak sah di muka bumi.

Rasulullah Saw pernah bersabda:” Anak pertama Adam turut menanggung sebagian kesalahan setiap orang yang membunuh orang lain secara tidak sah karena dialah yang memulai pembunuhan tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berita Terkait

Dapur yang Mendidik: Sebuah Manifesto Ideologis untuk Pendidikan Tinggi Indonesia
Kala Nasionalisme Jadi Perisai Kegagalan: Ironi Imbauan Modi di Tengah Krisis Hormuz
Menenun Kabut, Menimbun Utang: Catatan Teoretis Menuju 2029
Estetika Korupsi Manipulasi 6.0
Cerita Tentang Khamidi
Surat Al – A’raf (Tempat Tertinggi)
Mengapa Tumbuh 5,61% Tak Sampai ke Dapur Kita?
Menelusuri “Roh” Pembangunan di Balik Laba BPD

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:35 WIB

Dapur yang Mendidik: Sebuah Manifesto Ideologis untuk Pendidikan Tinggi Indonesia

Senin, 18 Mei 2026 - 15:24 WIB

Kala Nasionalisme Jadi Perisai Kegagalan: Ironi Imbauan Modi di Tengah Krisis Hormuz

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:34 WIB

Menenun Kabut, Menimbun Utang: Catatan Teoretis Menuju 2029

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:24 WIB

Estetika Korupsi Manipulasi 6.0

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:32 WIB

Cerita Tentang Khamidi

Berita Terbaru