Telah Ditakdirkan Pada Anak Keturunan Adam Bagiannya dari Zina

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 22 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gatot Sundoro.

Gatot Sundoro.

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Godaan berbuat zina selalu ada disekeliling kehidupan manusia. Jika manusia mampu mengendalikan atau mengekang hawa nafsunya dan mengendalikan panca inderanya dari hal hal zina, dipastikan ia akan selamat di dunia dan di akhirat.

Rasulullah saw pernah bersabda:” Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada diantara kedua tulang rahangnya, yaitu mulut atau lidah, serta antara kedua kakinya, yaitu kemaluannya, maka saya memberikan jaminan Surga untuknya.” (HR. Bukhar)

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manusia yang tidak bisa mengendalikan matanya itu zinanya melihat, misalnya: Melihat aurat yang bukan muhrimnya, melihat video porno itu termasuk zina mata yang dapat menjurus melakukan zina badan.

Zina pendengaran melalui telinga bisa terjadi akibat suara yang merayu, mendengar cerita mesum, melakukan chating mesum atau melakukan telepon mesum.

Lisan juga bisa mesum dengan rayuan nafsu, tangan juga yang digunakan untuk meraba bukan mahramnya, kaki juga bila digunakan melangkah ketempat zina.

Ketika seluruh anggota badan mulai melakukan zina, maka seseorang akan berpeluang besar untuk melakukan zina badan; artinya sudah tidak dapat lagi menjaga kemaluannya.

Rasulullah saw dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bersabda:” Sesungguhnya ALLOH SWT telah menetapkan untuk semua anak Adam bagiannya berbuat zina, pasti melakukannya, tidak bisa mengelak. Dua mata zinanya itu melihat (yang haram), telinga zinanya itu mendengar (yang haram), lisan/lidah zinanya itu bicara (yang haram), tangan zinanya itu memegang, zinanya kaki itu melangkah, zina hati berharap dan menikmatinya. Dan akan membuktikan keinginan zina kemaluannya atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berita Terkait

Mutilasi Kemasan Konstitusional
Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan
Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita
Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu
Epistemicide di Fakultas Hukum: Melenyapkan Warisan Profesor Djokosoetono, Mematikan Nurani Konstitusionalisme
Ketika Keadilan Hanya Fatamorgana
Langgam Angka dan Derita Realita: Ketika Data Menjadi Panggung Ilusi
Nahdlatut Tujjar Abad Kedua: Kadin Jatim, Gus Gudfan, dan Kebangkitan Ekonomi Pesantren

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:14 WIB

Epistemicide di Fakultas Hukum: Melenyapkan Warisan Profesor Djokosoetono, Mematikan Nurani Konstitusionalisme

Berita Terbaru

Lifestyle

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:28 WIB