Walikota Eri: Menghadapi Stunting Yang Tinggi Pihaknya dibantu oleh kejaksaan dan kepolisian

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 11 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Surabaya Eri Cahyadi.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi.

SURON.CO, Surabaya – Stunting atau istilah yang digunakan untuk anak-anak yang mengalami gangguan fungsi tubuh diakibatkan kurangnya gizi.

Pada Jum’at siang (10/11), Walikota Surabaya mengatakan sejak 2020 terus menerus melakukan pemberdayaan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan khususnya dalam hal UMKM.

Dirinya mengungkapkan dalam masa pandemi COVID-19 terus menerus melakukan pembinaan secara bertahap yang diyakini apabila masyarakat mendapatkan pekerjaan akan bisa mengurangi angka kemiskinan termasuk stunting yang berada di dalamnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Stunting bisa turun 28,5 % tahun 2021, tahun 2022 menjadi 4,8 % terendah di Indonesia, ” ungkap Eri saat acara talkshow di Dyandra Hotel Convention .

Eri mengatakan turunnya angka stunting di Surabaya bukan karena hasil kerja usaha dirinya, melainkan dari warga Surabaya sendiri yang memiliki antusias untuk bangkit dari keterpurukannya sendiri.

Ia juga mengungkapkan dirinya memegang perkataan Bung Karno yang mengatakan ‘Perjuangan mu lebih berat karena melawan bangsamu sendiri’.

Kedua, ia memegang perkataan Bung Toemo dimana pada saat berjuang membebaskan kota Surabaya dari penjajah tidak pernah mengatakan pengusiran tersebut bukan dari dirinya melainkan dari ‘arek-arek Suroboyo’.

Ia mengatakan, untuk masalah menghadapi stunting yang tinggi juga dibantu oleh pihak kejaksaan dan kepolisian.

“Bahkan kepolisian dan kejaksaan disana ikut bagi-bagi susu. Juga, semua pengusaha di Surabaya itu seperti menjadi orang tua asuh untuk kemiskinan ekstrem, ” ujarnya.

Pada akhir Desember 2021, Eri mengatakan UMKM di Surabaya mulai melakukan transisi menggunakan teknologi digital sampai akhir 2023 saat iniini mendapati belanja UMKM sebesar 90,7 miliar. Akan tetapi, APBD Kota Surabaya yang dipergunakan untuk UMKM dimana angkanya tercatat sebesar 3,2 trilliun berdasarkan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah)

Namun dibalik meningkatnya UMKM, Eri mengakui masih banyak ASN di kota Surabaya yang malu untuk menggunakan produk UMKM meskipun para pihak ASN menginginkan angka stunting turun dengan mengembangkan sektor UMKM.

“Mohon maaf, yang saya gunakan hari ini dari baju sampai celana dan sepatu saya ini produk UMKM Surabaya. Maksudnya apa, saya ingin mengajak. Bahwa ayo kita pakai produk UMKM, ” kata Eri

“Kalau UMKM harganya murah, terus dipakai tidak enak siapa yang salah?? Yang bodoh siapa?? Pemerintahnya. Karena pemerintah itu adalah komite dari UMKM, ” tegas Eri.

Eri menyayangkan sikap beberapa ASN kota Surabaya yang gengsi. Meskipun begitu, dirinya tetap mendukung pelaku UMKM mulai dari memantaunya hingga memastikan para pelaku UMKM memperoleh omzet diatas 5 juta per bulan.

Saat wawancara dengan wartawan, Eri Cahyadi mengatakan dirinya berharap dengan adanya pertemuan tersebut semua kabupaten hingga kota bisa berkolaborasi mengembangkan dan memajukan UMKM.

Dirinya juga menarget capaiannya dalam mengatasi angka stunting di Surabaya harus lebih kecil daripada saat ini.

“Jadi untuk stunting target kita ada 0 % dan kemiskinan dibawah 2 % ditahun depan, tahun 2024. Pokok insyaallah bisa berhasil, ” kata Eri kepada wartawan surabayaonline usai acara talkshow.

“Jadi target kita (Pemkot Surabaya) adalah mengentaskan kemiskinan dengan melakukan pergerakan UMKM, ” tutupnya. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD Pamekasan: Mahasiswa Harus Kuasai AI dan Nalar Kritis di Era Industri 5.0
Mahasiswa UIN Madura Sukses Pentaskan Drama “HAH” Karya Putu Wijaya
Peringati HUT ke-14, Kabar Madura Dapat Dukungan Tokoh Agama dan Akademisi Madura
Pemuda Diduga ODGJ Ditemukan Tewas Mengambang di Pintu Air Kanal Magetan
Pria 33 Tahun di Madiun Ditemukan Meninggal Dunia Tergantung di Pohon
Ribuan Masyarakat Ikuti HUT ke-14 Kabar Madura, Achsanul Qosasi: Semoga Kita Jadi Orang Pojur!
Pemkab Sidoarjo Genjot Revitalisasi TPS 3R untuk Kurangi Beban TPA Griyo Mulyo
BRI Sumenep: Proses Lelang Agunan Nasabah Bermasalah Telah Sesuai Ketentuan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:03 WIB

Wakil Ketua DPRD Pamekasan: Mahasiswa Harus Kuasai AI dan Nalar Kritis di Era Industri 5.0

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:26 WIB

Mahasiswa UIN Madura Sukses Pentaskan Drama “HAH” Karya Putu Wijaya

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:16 WIB

Peringati HUT ke-14, Kabar Madura Dapat Dukungan Tokoh Agama dan Akademisi Madura

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:24 WIB

Pemuda Diduga ODGJ Ditemukan Tewas Mengambang di Pintu Air Kanal Magetan

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:20 WIB

Pria 33 Tahun di Madiun Ditemukan Meninggal Dunia Tergantung di Pohon

Berita Terbaru

Lifestyle

Seni Memecah Fokus: Kontra-Intelijen di Balik Gerakan Massa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:11 WIB

Lifestyle

Menafsirkan Ayat-ayat Al-Qur’an

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:12 WIB