Warga Madiun Dibuat Geger, Pemancing Temukan Sosok Mayat Mengambang di Perairan Bengawan Madiun

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 9 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban saat di evakuasi Tim SAR BPBD Kota Madiun dan aparat kepolisian setempat.

Korban saat di evakuasi Tim SAR BPBD Kota Madiun dan aparat kepolisian setempat.

JATIMRAYA.COM – Warga Kota Madiun, Jawa Timur, dibuat geger adanya seorang pemancing yang menemukan sesosok mayat. Mayat pria tanpa identitas itu diketahui mengambang di perairan Bengawan Madiun, Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Sabtu (9/11/2024).

Saat dievakuasi Tim SAR BPBD Kota Madiun, aparat kepolisian setempat tidak menemukan identitas jati diri korban. Untuk sementara kepolisian setempat memberi label penemuan itu dengan ‘Mr X’.

Ciri-ciri mayat tersebut, berjenis kelamin laki-laki berusia kisaran antara 50 sampai 60 tahun. Bertubuh gemuk, rambut cepak, kumis dan jenggot bekas dicukur. Mengenakan kaos warna kuning, kondisi mayat itu belum membusuk dan diperkirakan belum lama meninggal dunia. Di saku celananya polisi menemukan beberapa lembar uang Rp 2.000-an.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Owalah belum memperoleh ikan malah sudah mendapat mayat,” celetuk warga menyindir pria pemancing ikan, yang pertama kali menemukan mayat itu.

Personel BPBD setempat, Pipit, kepada jurnalis yang meminta konfirmasi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Mayat itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang yang sedang mengail ikan. Posisi mayat mengambang di area belakang Pintu Air Patihan.

“Iya betul ada penemuan mayat di Bengawan Madiun. Sekarang sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit dr. Sudono. Sama sekali tidak ditemukan identitas diri korban. Yang jelas berjenis kelamin pria usia sekitar 50 tahun,” kata Pipit.

Aparat Kepolisian setempat yang berada di lokasi kejadian kesulitan mengenali jati diri korban. Lantaran pada diri korban tidak ditemukan tanda pengenal diri.

Tidak ditemukan luka atau tanda mencurigakan pada anggota tubuh korban. Untuk sementara disimpulkan kematiannya diduga karena terpeleset, lalu tercebur bengawan dalam kondisi tidak cakap berenang.

Guna pemeriksaan lebih mendetil, polisi mengirim jasad korban ke Rumah Sakit Umum dr. Sudono, Madiun. (AS)

Berita Terkait

Puncak HPN 2026 di Surabaya, Gus Irfan Raih PWI Jatim Award atas Transformasi Haji
Rakernas PERBAMIDA 2026 Dorong Peran BPR/BPRS Perkuat UMKM dan Ekonomi Nasional
Santri Al Amanah Krian Dapat Edukasi Safety Riding dari Polresta Sidoarjo
24 Tokoh Terima Penghargaan HPN 2026, PWI Jatim Dorong Jurnalisme Berkualitas
Pemkab Sidoarjo Optimistis Sensus Ekonomi 2026 Dorong Pertumbuhan Daerah
SMKN 1 Jenangan Ponorogo Borong 4 Emas di LKS Jatim 2026
Bedah Buku “Langkah Sunyi Menuju Puncak”, Akhmad Munir Beberkan Perjalanan Karier
BRI Gelar Youth Champions League 2026 di Surabaya, Bidik Bibit Pesepak Bola Muda Berprestasi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:58 WIB

Puncak HPN 2026 di Surabaya, Gus Irfan Raih PWI Jatim Award atas Transformasi Haji

Jumat, 17 April 2026 - 15:37 WIB

Rakernas PERBAMIDA 2026 Dorong Peran BPR/BPRS Perkuat UMKM dan Ekonomi Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 08:52 WIB

24 Tokoh Terima Penghargaan HPN 2026, PWI Jatim Dorong Jurnalisme Berkualitas

Jumat, 17 April 2026 - 07:02 WIB

Pemkab Sidoarjo Optimistis Sensus Ekonomi 2026 Dorong Pertumbuhan Daerah

Kamis, 16 April 2026 - 21:08 WIB

SMKN 1 Jenangan Ponorogo Borong 4 Emas di LKS Jatim 2026

Berita Terbaru