Sejengkal Lagi Ia Masuk Surga, Namun….

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 3 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gatot Sundoro

Gatot Sundoro

Oleh: Gatot Sundoro

JATIMRAYA.COM – Perang Khaibar yang terjadi pada 7 Muharam 43 H (Maret 628 M) antara umat Islam yang dipimpin langsung oleh Rasulullah saw dengan umat Yahudi yang hidup di Oasis Khaibar, sekitar 150 km dari kota Madinah.

Perang Khaibar berlangsung selama 2 pekan dan berakhir dengan kemenangan umat Islam.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat terjadi perang Khaibar, tentara muslim berjumlah sekitar 1.800 orang dengan pasukan berkudanya sekitar 200 kuda; sedangkan umat Yahudi sebanyak 10.000 orang kengkap dengan senjatanya dan posisinya didalam benteng yang sangat kuat.

Namun akhirnya benteng tersebut berhasil ditembus oleh pasukan Islam yang di komandani oleh Ali bin Abu Tholib.

Perang ini menelan korban kaum Yahudi sebanyak 93 orang dan 15 orang dari kaum Muslim.

Diantara para sahabat Rasulullah saw, ada seorang sahabat yang bertempur dengan gagah berani dan sangat hebat perlawanannya, Ia menyerbu musuh dengan pedangnya; banyak musuh yang dihabisi olehnya.

Sehingga para sahabat berkata:” Hari ini tidak ada seseorang sehebat si  fulan.”

Namun tiba tiba Rasulullah saw bersabda:” Ingatlah, dia adalah ahli neraka.”

Sebagian sahabat Nabi saw ragu ragu, benarkah apa yang diucapkan Nabi saw? Apa saat itu beliau khilaf?

Seorang sahabat yang penasaran mengikuti si fulan saat berperang, berlari, kemanapun sambil bertempur. Ia terluka, namun si fulan lebih lagi, ia terluka parah oleh serangan musuh; Karena tidak tahan menahan sakitnya, akhirnya si fulan meletakkan pedangnya ditanah dan ujung pedang diletakkan di dada, ditekannya, hingga ia mati BUNUH DIRI….

Sahabat yang menyaksikan itu segera lari menuju Rasulullah saw dan berkata:” Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah!”

Nabi saw berkata:” Mengapa?” Sahabat tersebut menceritakan kejadian proses kematian si fulan yang mati bunuh diri karena tidak tahan menahan sakit/luka di sekujur tubuhnya.

Lalu Nabi saw bersabda:” Sesungguhnya adakalanya seseorang yang melakukan amalan penduduk surga pada lahirnya, padahal ia adalah ahli neraka, dan adakalanya seseorang melakukan amalan penduduk neraka pada lahirnya, padahal ia adalah ahli surga.” (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran
Wisuda ke-27 Universitas Al-Ahgaff: 14 Putra Madura Ukir Prestasi di Negeri Yaman
TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua
Gratis 24 Jam Layanan Konsultasi Khusus Varises bagi Masyarakat Sebulan Penuh oleh tim Varises Indonesia
Jelang Mudik Lebaran, BRI Perkuat Edukasi Keamanan Digital bagi Nasabah
Petrokimia Gresik Raih Dua Penghargaan di Anugerah BUMN 2026, Dirut Daconi Khotob Sabet Best CEO
PCM Grand Wisata Bekasi Resmi Terbentuk, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Warga
Akhmad Munir: Keberhasilan HPN 2026 Banten Tak Lepas dari Peran Mitra PWI

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 16:42 WIB

Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran

Minggu, 19 April 2026 - 08:38 WIB

Wisuda ke-27 Universitas Al-Ahgaff: 14 Putra Madura Ukir Prestasi di Negeri Yaman

Sabtu, 18 April 2026 - 17:06 WIB

TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:15 WIB

Gratis 24 Jam Layanan Konsultasi Khusus Varises bagi Masyarakat Sebulan Penuh oleh tim Varises Indonesia

Senin, 16 Maret 2026 - 21:09 WIB

Jelang Mudik Lebaran, BRI Perkuat Edukasi Keamanan Digital bagi Nasabah

Berita Terbaru

DISKUSI IRAN: (dari kiri) Lely Puspitasari, Tofan Mahdi, dan Zezen Zaenal Mutaqien dalam Diskusi Publik di MN KAHMI, Sabtu (18/4).

Nasional

Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:42 WIB