Kemenko PMK, FES, dan SOREC UGM Gelar Desiminasi Kajian Model Graduasi untuk Penanggulangan Kemiskinan Pada Tiga Desa di Pulau Jawa

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 9 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryarton saat membuka desiminasi.yang dilakukan di Kantor Kemenko PMK, pada Senin (9/9/2024).

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryarton saat membuka desiminasi.yang dilakukan di Kantor Kemenko PMK, pada Senin (9/9/2024).

JATIMRAYA.COM – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES) dan Social Research Center (SOREC) Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan desiminasi kajian model graduasi pemanfaatan program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat untuk penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pada tiga desa di Pulau Jawa.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono menjelaskan, kajian tersebut dilakukan dalam rangka mendukung implementasi kebijakan penghapusan kemiskinan ekstrem dan mendorong keberdayaan desa di Indonesia.

“Studi ini sangat strategis mendukung berbagai intervensi yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan menghapuskan kemiskinan ekstrem, seperti pengurangan beban, peningkatan pendapatan, dan pengurangan kantong kemiskinan,” ujar Nunung saat membuka desiminasi.yang dilakukan di Kantor Kemenko PMK, pada Senin (9/9/2024).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nunung menjelaskan, kajian tersebut mengambil tiga lokus yang berbeda yang mewakili karakteristik yang dimiliki oleh mayoritas wilayah Indonesia, yakni daerah pesisir di wilayah Indramayu, sektor pertanian di wilayah Klaten, semi-urban perkebunan di wilayah Malang.

“Tim SOREC UGM bersama Kemenko PMK yang didukung oleh FES melakukan kajian mendalam di tiga wilayah, yakni Klaten, Indramayu, dan Malang. Tiga wilayah ini memiliki karakteristik yang berbeda yang diharapkan dapat mewakili basis komoditas tertentu,” jelas Nunung.

Kajian tersebut menghasilkan model pembelajaran dengan tiga karakteristik masing-masing wilayah yang diserahkan dan akan ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait. Nunung berharap, upaya ini dapat menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem hingga mendekati nol persen di akhir tahun 2024 mendatang.

“Hadirnya kementerian dan lembaga terkait di pertemuan ini diharapkan dapat menindaklanjuti temuan dan rekomendasi yang dilakukan oleh Tim SOREC yang telah diklasifikasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” kata Nunung.

Hadir dalam agenda itu, Program Koordinator FES Indonesia, Kepala SOREC Universitas Gadjah Mada, perwakilan Bappeda dari Kabupaten Klaten, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Malang, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia
Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan
Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia
Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan
Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media
H. Iwan Efendi Nakhodai DPC PDI Perjuangan Sampang Periode 2025-2030
Peduli Korban Bencana, Grup Merdeka Serahkan Donasi Rp977 Juta ke BAZNAS RI
PWI Pusat Terbitkan Tiga Surat Edaran untuk Anggota se-Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:47 WIB

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:09 WIB

Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:49 WIB

Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:26 WIB

Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media

Berita Terbaru