Kemenko PMK Ajak Segenap Pihak Jaga Kesadaran dan Mantapkan Pondasi Karakter Bangsa

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 25 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenko PMK kala melakukan Rapat Koordinasi Daerah di Provinsi Sulawesi Utara yang mengusung tema “Pembudayaan Pancasila dalam Rangka Mendukung Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa” di Manado, pada Selasa (24/9/2024).

Kemenko PMK kala melakukan Rapat Koordinasi Daerah di Provinsi Sulawesi Utara yang mengusung tema “Pembudayaan Pancasila dalam Rangka Mendukung Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa” di Manado, pada Selasa (24/9/2024).

JATIMRAYA.COM – Karakter dan sikap mental bangsa Indonesia harus diubah ke arah yang lebih baik, yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila melalui penguatan karakter dan jati diri bangsa, dengan harapan nilai-nilai tersebut dapat melebur ke dalam pola pikir, pola kerja, dan pola hidup masyarakat Indonesia.

Hal ini mengemuka dan menjadi catatan penting bagi Kemenko PMK kala melakukan Rapat Koordinasi Daerah di Provinsi Sulawesi Utara yang mengusung tema “Pembudayaan Pancasila dalam Rangka Mendukung Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa” di Manado, pada Selasa (24/9/2024).

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Warsito menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa pejuang yang telah terbiasa dengan tiga nilai penting, diantaranya integritas, etos kerja, dan gotong royong.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perjuangan kemerdekan bangsa Indonesia membuktikan bahwa nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong sejatinya telah melekat pada kita sebagai warisan pejuang. Ini akan selalu menjadi karakter bangsa kita,” ujar Warsito.

Kendati demikian, Warsito mengingatkan seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi akan berimplikasi terhadap tantangan bangsa ke depan yang juga semakin beragam.

“Tantangan teknologi digital salah satunya judol (judi online) yang marak di Indonesia, akan mengikis karakter Indonesia,” katanya.

Tidak hanya itu, Warsito menambahkan, ideologi transnasional yang masuk lewat teknologi digital, misalnya melalui kemampuan kecerdasan buatan yang dapat mengidentifikasi perilaku dan preferensi individu, juga sangat membahayakan ideologi bangsa.

Oleh karenanya, Warsito mengajak segenap pihak untuk terus menjaga kesadaran akan tantangan sekaligus memantapkan pondasi penguatan karakter bangsa.

Sementara itu, Arif Budimanta, Staf Khusus Presiden yang juga Ketua II Tim Ahli Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental yang menjadi pembicara kunci menyoroti pentingnya pembudayaan ekonomi Pancasila sebagai langkah penguatan jati diri bangsa.

“Sistem ekonomi Indonesia adalah ekonomi yang berlandaskan Pancasila, bukan sosialisme, kapitalisme atau neo-liberal,” kata Arif.

Arif menjelaskan ekonomi Pancasila berasaskan kegotong-royongan, pemodal besar turut memikirkan keberdayaan pelaku ekonomi kecil tak sekedar melepas sistem ekonomi berdasarkan kemauan pasar yang seringkali menyisihkan pelaku usaha kecil.

“Pembudayaan ekonomi Pancasila sekaligus dapat menguatkan identitas dan karakter bangsa dilakukan melalui tiga tahap, membangun struktur, pembudayaan cara kerja, dan engukur hasilnya,” jelas Arif mengakhiri sesinya.

Rakorda juga menghadirkan narasumber lainnya dan membahas berbagai topik penguatan jati diri bangsa seperti Plt. Direktur Pengukuran Pelembagaan Pancasila BPIP, Mukhammad Fahrurozi yang menyampaikan materi Indeks Aktualisasi Pancasila di Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Badan Kesbangpol Sulawesi Utara Ferry Sangian yang membahas kebijakan Provinsi Sulawesi Utara dalam pembudayaan Pancasila, serta Ketua GMIM yang diwakili Pdt.

Lucky Tumelaka membahas materi tentang peran Gereja Masehi Injili di Minahasa dalam upaya pembudayaan Pancasila.

Hadir dalam Rakorda ini, Sekretaris Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara, Pdt. Hein Arina, Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa, dan undangan Forkopimda, serta OPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. (AS)

Berita Terkait

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia
Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan
Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia
Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan
Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media
H. Iwan Efendi Nakhodai DPC PDI Perjuangan Sampang Periode 2025-2030
Peduli Korban Bencana, Grup Merdeka Serahkan Donasi Rp977 Juta ke BAZNAS RI
PWI Pusat Terbitkan Tiga Surat Edaran untuk Anggota se-Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:47 WIB

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:09 WIB

Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:49 WIB

Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:26 WIB

Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media

Berita Terbaru