Dalam Inspirasi Al Quran, Zionisme itu Firaun Bentuk Baru

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 17 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anwar Hudijono, jurnalis tinggal di Sidoarjo.

Anwar Hudijono, jurnalis tinggal di Sidoarjo.

Oleh Anwar Hudijono

JATIMRAYA.COM, Dunia gempar. Jazad Firaun, musuh Nabi Musa ditemukan. Padahal sudah  sekian ribu tahun terkubur. Tangan kirinya terangkat seolah dia menolak ombak yang menggulungnya.

Jazad dalam wujud mumi ini ditemukan pada tahun 1898 oleh Loret di Thebes di Lembah Raja-raja (Wadi al Muluk). Dr Maurice Bucaille, seorang peneliti, bersama anggota tim berhasil mengungkapkan penyebab kematian Firaun dan pengawetannya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari serangkaian penelitian multidimensi, tak diragukan lagi itu jazad Firauan yang mengaku tuhan.

Penemuan jazad itu menjadi bukti kebenaran Al Quran yang sudah memberi informasi 1300 tahun sebelumnya.

“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.” (QS. Yunus 10: Ayat 92)

Tujuan Allah menunjukan jazad Firauan itu adalah untuk menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya.

Salah satu pelajaran yang bisa dipetik adalah peringatan bahwa Firaunisme bisa saja bangkit kembali. Jazadnya memang tak mungkin hidup lagi kecuali di film Mummy, tapi ajarannya bisa sajs hidup lagi dalam konteks perang kosmik kebenaran lawan kebatilan.

Bukankah Quran juga mengisyaratkan sejarah yang berulang secara substansial.

“Maka Kami jadikan (yang demikian) itu peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 66)

Demikian banyak kisah di dalam Quran yang substansinya pengulangan. Namrud mati muncul Firaun. Kaum Nuh habis muncul kaum Hud, Syuaib dan sebagainya.

Zionisme bangkit

Tidak berapa lama jazad Firauan ditemukan, berdirilah organisasi Zionisme yang tujuannya mendirikan negara Israel di Tanah milik bangsa Palestina yang saat itu di bawah ototitas Turki Utsmani.

Pakar eskatologi Islam Syekh Hosein Imran melihat kedua peristiwa ini bukan kebetulan. Ada skenario Ilahiyah yang bisa ditafsirkan bahwa Zionisme adalah reinkarnasi atau perwujudan kembali Firaunisme.

Inilah pelajaran utama dari ayat di atas. Bahwa sejarah Firaun berulang. Anatomi Zionisme itu persis dengan Firaunisme.

Firaunisme itu satu badan dengan wujud tiga, tiga oknum yang tunggal. Yaitu Firaun Qarun dan Haman. Ketritunggalannya bisa dibaca di Quran.

“dan (juga) Qarun, Fir’aun, dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah).” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 39)

Di ayat ini ketiganya berada dalam satu kesatuan  konspiratif melawan Musa.

Firauan adalah simbol despotisme, tiran. Rezim yang menindas. Qarun simbol kapitalisme yang rakud bin serakah bin tamak. Haman simbol liberalisme yang melahirkan konsep ketuhanan palsu termasuk ateisme, agnotisme.

Ketiga simbol ini merupakan soko guru atau ring satu Zionisme.

Pada ring dua Firaunisme terdiri dari tukang sihir, militer dan polisi, pejabat publik dan rakyat yang bodoh.

Pada Zionisme masih sama. Hanya peran dukun sihir digantikan oleh media massa.

Dengan demikian akhir Zionisme sangat mungkin akan seperti Firauan Qarun dan Haman. Allah sendiri turun tangan langsung menumpas mereka.

Bukankah Allah sudah menegaskan:

Wa im ming qoryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qobla yaumil-qiyaamati au mu’azzibuuhaa ‘azaabang syadiidaa, kaana zaalika fil-kitaabi masthuuroo

“Dan  tidak ada suatu negeri  pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuz).” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 58)

Berita Terkait

LaNyalla Mahmud Mattalitti: Pidato Prabowo Subianto Bukti Keberanian Politik Kembalikan SDA untuk Rakyat
Muhadjir Effendy Blusukan ke Pemukiman Jamaah Haji Indonesia, Ingatkan Fokus Wukuf di Arafah
LaNyalla Dukung Dana Sitaan Koruptor untuk Program MBG dan Koperasi Desa
Rapat PWI Pusat Sepakati Tim Pengelola Website dan Pengembangan Podcast
PWI Lampung Kebut Persiapan Porwanas XV 2027, Incar Prestasi dan Sukses Event
KLH Diminta Tindak Ilegal Smelter PT TPA di Karawang
PWI Gelar Takziah Nasional, Kenang Loyalitas dan Pengabdian Zulmansyah Sekedang
Tamsil Linrung: Seorang Sahabat, Orang Tua, dan Guru

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:20 WIB

LaNyalla Mahmud Mattalitti: Pidato Prabowo Subianto Bukti Keberanian Politik Kembalikan SDA untuk Rakyat

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:33 WIB

Muhadjir Effendy Blusukan ke Pemukiman Jamaah Haji Indonesia, Ingatkan Fokus Wukuf di Arafah

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:29 WIB

LaNyalla Dukung Dana Sitaan Koruptor untuk Program MBG dan Koperasi Desa

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:37 WIB

Rapat PWI Pusat Sepakati Tim Pengelola Website dan Pengembangan Podcast

Kamis, 30 April 2026 - 10:36 WIB

PWI Lampung Kebut Persiapan Porwanas XV 2027, Incar Prestasi dan Sukses Event

Berita Terbaru