Kakek di Madiun Tabrakkan Diri ke Kereta Api yang Melintas Cepat, Diduga Jengkel Sakit Menahun

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 24 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakek di Madiun Tabrakkan Diri ke Kereta Api yang Melintas Cepat. (Dok. Fin)

Kakek di Madiun Tabrakkan Diri ke Kereta Api yang Melintas Cepat. (Dok. Fin)

JATIMRAYA.COM – Diduga merasa depresi karena sakit menahun, seorang kakek di Madiun, Jawa Timur, ‘menamatkan’ hidupnya.

Dengan menabrakkan diri pada kereta api yang melintas cepat, Jumat (23/2/2024), korban pun tewas dalam kondisi memilukan.

Anggota tubuhnya berkeping-keping diantara perlintasan rel, di Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, akibat hantaman si ‘naga besi’ Pasundan relasi Surabaya – Bandung.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban diketahui bernama Nyamiran, 74 tahun, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan.

Informasi dari beberapa tetangga korban, sebelum akhirnya ‘berhasil’ bunuh diri, korban sudah tiga kali melakukan tindakan sama namun digagalkan keluarga dan tetangganya.

Kapolsek Mejayan, Kompol Agustinus Herianto, kepada jurnalis di lokasi kejadian mengatakan, sebelum terjadinya peristiwa itu korban sempat beberapa kali melakukan hal yang sama.

Baca artikel lainnya di sini : Lebih Besar dari Sumedang, Sebanyak 493 Rumah Warga Bandung Rusak Akibat Diterjang Angin Puting Beliung

Bahkan, jelas Kompol Agustinus, beberapa tetangga korban sempat menegur korban yang keluar rumah berjalan kaki.

Namun, korban meminta agar para tetangga tidak perlu mengurusinya.

Lihat juga konten video, di sini: Indikator Politik Ungkap Masyarakat Jawa Cenderung Coblos Prabowo – Gibran di Pilpres 2024

“Informasi yang kami kumpulkan diduga korban jengkel menanggung sakit komplikasi menahun.”

“Korban sebelumnya sempat tiga kali digagalkan keluarga dan tetangganya saat hendak bunuh diri,” kata Kompol Agustinus.

Korban sudah berulangkali melakukan upaya pengobatan penyakitnya, baik alternatif maupun medis.

Namun upaya itu gagal, hingga korban putus asa dan memilih bunuh diri.

Tim Inafis Polres Madiun yang berusaha melakukan evakuasi jasad korban, mengumpulkan ceceran anggota tubuh korban.

Petugas melakukan pencarian ceceran tubuh korban di sepanjang rel KA, tak kurang tiga puluh meter.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian, dan memintai sejumlah keterangan saksi, polisi segera mengevakuasi dan mengirim jasad korban ke RSUD Caruban. (fin).***

Artikel di atas juga sudah diterbitkan media nasional dari Jawa Timur Surabaya24jam.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Infoekspres.com dan Ekonominews.com

Berita Terkait

Pendidikan Islam di Pamekasan Makin Kuat, MTs Kyai Mudrikah Resmi Beroperasi
Kecelakaan Maut di Dekat GKJW Dupak Magetan, Pengendara Vixion Tewas Mengenaskan
Kecelakaan Maut di Mojopurno Magetan, Truk Pengangkut Sapi Dihantam Truk Oleng Lawan Arah
Pengurus Dewan Kesenian Surabaya Nilai Ada Kejanggalan dalam Proses Klarifikasi Polisi
Lalai Matikan Kompor, Warung Nasi Pecel Milik Bu Joko di Takeran Terbakar
PWI Nganjuk Gelar Kurban Iduladha, Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Tender Gedung RSUD Sedati Disorot, DPRD Ingatkan Jangan Sampai Proyek Mangkrak Lagi
Kreatif dan Religius, Al Aminah Rebana Satukan Muslimat di Magersari Permai

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:36 WIB

Kecelakaan Maut di Dekat GKJW Dupak Magetan, Pengendara Vixion Tewas Mengenaskan

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:19 WIB

Kecelakaan Maut di Mojopurno Magetan, Truk Pengangkut Sapi Dihantam Truk Oleng Lawan Arah

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:01 WIB

Pengurus Dewan Kesenian Surabaya Nilai Ada Kejanggalan dalam Proses Klarifikasi Polisi

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:50 WIB

Lalai Matikan Kompor, Warung Nasi Pecel Milik Bu Joko di Takeran Terbakar

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:45 WIB

PWI Nganjuk Gelar Kurban Iduladha, Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru