Menko PMK: Anak-anak Aceh Harus Miliki Cita-cita Tinggi Jadi Penerus Pemimpin Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 29 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Muhadjir beri sambutan terkait program kegiatan

Menko Muhadjir beri sambutan terkait program kegiatan "Anak Cinta Masjid" di Masjid Al-Mukarramah Kota Banda Aceh.

JATIMRAYA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi program kegiatan “Anak Cinta Masjid” yang dikembangkan Masjid Al-Mukarramah Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada Rabu (27/3/2024).

Program anak cinta masjid mengajak anak-anak untuk rutin Shalat Subuh di masjid, dan melakukan ibadah dan mengaji selama 40 hari dari 1 Sya’ban hingga 10 Ramadhan.

“Ternyata di sini digelar acara yang luar biasa bagusnya 40 hari shalat subuh berjamaah. Karena anak-anak memang bangun pagi agak susah. Shalat Subuh berjamaah membuat mereka terbiasa bangun pagi,” ujar Muhadjir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan berdialog dengan anak-anak yang mengikuti kegiatan “Anak Cinta Masjid” Menko PMK mengetes hafalan Al Qur’an mereka. Dia mengapresiasi hafalan anak-anak yang sudah bisa menghafal banyak surat Al-Quran. Dia juga mengetes wawasan kebangsaan Pancasila pada anak-anak santri.

Muhadjir menyebut, anak-anak Aceh sudah mencerminkan SDM Unggul yang akan meneruskan kepemimpinan bangsa Indonesia di Tahun 2045. Syarat anak-anak yang termasuk dalam SDM Unggul yang akan membawa Indonesia maju, yaitu: sehat, cerdas, kuat, dan berakhlaqul karimah.

Menurutnya, anak-anak Aceh sudah memiliki keseluruhan syarat tersebut. “Saya lihat tadi ini anak Aceh sudah memenuhi syarat. Jadi semangat keislamannya bagus, nasionalisme bagus,” ujarnya.

Menko PMK menyampaikan, anak-anak Aceh harus memiliki cita-cita tinggi untuk bisa menjadi penerus pemimpin Indonesia di masa depan. Dia pun meyakini bila anak Aceh di masa depan akan bisa menjadi menteri yang lebih baik dibandingkannya saat ini.

“Jangan lupa kalian harus punya cita-cita tinggi. Ada yang ingin jadi hafizh Qur’an, ustadz, gubernur, walikota, ada yang bisa jadi menteri dan seterusnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu hadir Pj Gubernur Provinsi Aceh Bustami Hamzah, Pj Walikota Banda Aceh Amirudin, jajaran Dinas PPPA, dan jajaran OPD Kota Banda Aceh. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran
Wisuda ke-27 Universitas Al-Ahgaff: 14 Putra Madura Ukir Prestasi di Negeri Yaman
TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua
Gratis 24 Jam Layanan Konsultasi Khusus Varises bagi Masyarakat Sebulan Penuh oleh tim Varises Indonesia
Jelang Mudik Lebaran, BRI Perkuat Edukasi Keamanan Digital bagi Nasabah
Petrokimia Gresik Raih Dua Penghargaan di Anugerah BUMN 2026, Dirut Daconi Khotob Sabet Best CEO
PCM Grand Wisata Bekasi Resmi Terbentuk, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Warga
Akhmad Munir: Keberhasilan HPN 2026 Banten Tak Lepas dari Peran Mitra PWI

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 16:42 WIB

Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran

Minggu, 19 April 2026 - 08:38 WIB

Wisuda ke-27 Universitas Al-Ahgaff: 14 Putra Madura Ukir Prestasi di Negeri Yaman

Sabtu, 18 April 2026 - 17:06 WIB

TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:15 WIB

Gratis 24 Jam Layanan Konsultasi Khusus Varises bagi Masyarakat Sebulan Penuh oleh tim Varises Indonesia

Senin, 16 Maret 2026 - 21:09 WIB

Jelang Mudik Lebaran, BRI Perkuat Edukasi Keamanan Digital bagi Nasabah

Berita Terbaru

DISKUSI IRAN: (dari kiri) Lely Puspitasari, Tofan Mahdi, dan Zezen Zaenal Mutaqien dalam Diskusi Publik di MN KAHMI, Sabtu (18/4).

Nasional

Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:42 WIB