JATIMRAYA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kemenko PMK, membahas program prioritas bidang pendidikan yang akan menjadi tonggak penting dalam membangun generasi emas Indonesia. Dalam rapat tersebut, Pratikno menyoroti pentingnya sistem pendidikan yang merata dan berkualitas, demi memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal.
“Kita harus membangun sistem pendidikan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Indonesia ini seperti kereta api panjang—lokomotif harus kuat untuk melaju cepat, tapi gerbong di belakang juga harus ikut terangkat. Pendidikan adalah kunci untuk menarik gerbong tersebut,” ujar Pratikno kepada awak media.
Rapat ini menghasilkan tiga fokus utama: Revitalisasi sekolah dan madrasah, Sekolah Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran Matematika dan Saintek.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu program yang menarik perhatian adalah Sekolah Unggul Garuda. Sekolah berasrama ini dirancang menjadi pusat keunggulan bagi siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia, baik dari kota besar maupun pelosok terpencil. Program ini diharapkan menciptakan talenta muda yang siap bersaing di kancah global.
“Sekolah ini bukan hanya untuk anak-anak di pusat kota, tapi juga bagi mereka yang berasal dari daerah-daerah yang mungkin kurang mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Ini adalah langkah nyata untuk memberikan peluang yang sama kepada semua anak bangsa,” jelas Pratikno.
Selain mencetak generasi unggul melalui Sekolah Garuda, pemerintah juga akan melakukan revitalisasi terhadap 11.420 sekolah dan madrasah yang tersebar di berbagai daerah. Program ini mencakup perbaikan infrastruktur, pembangunan fasilitas, dan pengembangan sarana pembelajaran. Tidak hanya itu, Pratikno menegaskan bahwa masyarakat akan dilibatkan dalam revitalisasi ini untuk memperkuat rasa kepemilikan dan keberlanjutan hasil pembangunan.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Jika semua pihak terlibat, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” kata Pratikno.
Baca Juga:
Menghadapi era digital, pemerintah juga meluncurkan program Digitalisasi Pembelajaran Matematika dan Saintek. Program ini akan diuji coba di beberapa sekolah dan madrasah pada kelas 5 SD. Melalui platform digital dan konten interaktif, anak-anak diharapkan lebih mudah memahami materi sains dan teknologi.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Pendidikan berbasis digital akan menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang adaptif dan inovatif,” tambahnya.
Rapat ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Satryo Brodjonegoro, dan Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan sistem pendidikan yang berdaya saing tinggi.
Dengan tiga program prioritas ini, Pratikno optimis bahwa Indonesia akan melahirkan generasi yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga berkontribusi dalam memajukan bangsa secara menyeluruh.
Baca Juga:
“Pendidikan adalah tiket menuju masa depan. Kita harus memastikan semua anak Indonesia memiliki tiket itu,” tutup Pratikno. (As)














