Pemerintah Tutup TikTok Shop, Penjual dan Pembeli Berada dalam Ketidakpastian

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 5 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagas seorang pengguna ojek online asal Sidoarjo.

Bagas seorang pengguna ojek online asal Sidoarjo.

JATIMRAYA.COM, Penutupan TikTok Shop oleh pemerintah pada tanggal 4 Oktober 2023 pukul 17.00 WIB telah terkonfirmasi. Aksi tersebut terlihat saat detikJatim mengamati fitur etalase produk sudah tidak tersedia lagi. Namun hingga pukul 16.45 WIB, beberapa penjual TikTok Shop masih aktif menjual produknya. Bahkan, beberapa penjual terpaksa menaikkan harga saat detik-detik penutupan TikTok Shop.

Pergantian peristiwa ini menyoroti nasib TikTok yang tidak menentu di negara ini, karena operasinya menghadapi tantangan pengawasan dan peraturan. Penutupan TikTok Shop semakin menambah ketidakpastian masa depan platform media sosial populer ini di Indonesia.

Nasib penjual TikTok berubah tak terduga pada pukul 16.52 WIB karena pengguna tak lagi bisa melakukan pembayaran di TikTok Shop. Sebuah pesan mengejutkan muncul, menyatakan bahwa barang tersebut tidak tersedia untuk dibeli. Perubahan mendadak ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan TikTok sebagai platform e-commerce di Indonesia. Dengan popularitas dan basis penggunanya yang terus bertambah, TikTok berpotensi menjadi pengubah permainan dalam industri belanja online.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian baru-baru ini telah membuat penjual dan pembeli berada dalam ketidakpastian. Masih harus dilihat bagaimana TikTok akan mengatasi masalah ini dan apakah hal ini akan berdampak pada reputasi platform tersebut sebagai tujuan belanja yang dapat diandalkan.

“Ya gimana ya.. saya aslinya juga agak bingung karena disini ada 2 pendapat yang berkontradiksi, ” kata Bagas seorang pengguna ojek online asal Sidoarjo yang menggunakan aplikasi Tiktok.

Ia mengungkapkan tidak jarang dirinya mendapat pesanan atau order melalui aplikasi TikTok yang menambah penghasilannya meskipun hanya sekedar diminta untuk melakukan penjemputan barang.

“Ya ini kan yang tau nomer saya bukan cuman 1, 2 orang mas, terus mereka dari sekian banyaknya yang tau nomer saya.. mereka itu lebih banyak dari pengguna TikTok itu mas. Jadi saya kepikiran juga, ” ungkap Bagas

“Ada juga lagi masalah lain itu harga bensin pertamax naik tanggal 1 kemarin ke Rp 14.000/ liter. Jadi disini meski saya make pertalite kan ga setiap waktu ada, bisa aja pertalitenya itu habis terus saya terpaksa ngisi pertamax, ” tambahnya.

Bagas juga mengatakan bahwa dirinya bingung apa yang sedang direncanakan oleh pemerintah atas hal ini sehingga harus memblokir TikTok shop.

“Saya bingung juga disini kedepannya mereka mau ngapain gitu. Karena kan soalnya seharusnya mereka dari pemerintahan itu memberi seperti penyuluhan atau sosialisasi buat para pedagang biar semakin melek teknologi, ” ujarnya.

Nasib Toko TikTok tampaknya tidak pasti karena  baru-baru ini menyebabkan hilangnya salah satu fitur utama. Tepat pukul 17.00 WIB, pengguna melihat keranjang kuning yang melambangkan fitur belanja menghilang dari aplikasi. Meskipun fitur etalase “Toko” masih terlihat, namun tidak lagi menampilkan berbagai macam produk yang tersedia untuk dibeli. Sebaliknya, pengguna akan disambut dengan pesan kesalahan yang mengatakan “Ada yang salah. Ketuk untuk mencoba lagi.” Kesalahan ini membuat proses checkout menjadi tidak mungkin karena fitur keranjang kuning juga hilang saat TikTok Shop ditutup.

Selain itu, fitur etalase online juga telah dihapus, sehingga penjual TikTok Shop tidak dapat memamerkan produknya selama sesi langsung. Banyak pengguna dan affiliator aplikasi TikTok masih bingung harus dilihat bagaimana masa depan TikTok Shop dan apakah masalah ini akan segera teratasi. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Workshop PWI Pusat-AFPI Dorong Jurnalisme Berkualitas untuk Edukasi Inklusi Keuangan
SKK Migas Jabanusa Perkuat Sinergi dengan Media Jawa Timur, Dorong Edukasi Hulu Migas
PT Lekimtie Jaya Agung Luncurkan Promo Minyak Telon Babylon Berhadiah Motor Listrik
BRI Salurkan KUR Perumahan Rp10,6 Triliun, Lampaui Target 77.592 Unit
Hingga Juni 2026, BRI Pamekasan Salurkan KUR Rp349,14 Miliar kepada 5.667 Debitur
KUR BRI Jadi Modal Pertumbuhan UMKM Gula Merah di Sumenep, Omzet Rosidah Terus Meningkat
IBS PKMKK Gandeng Pemdes Lancar Bangun Ekosistem Peradaban Berbasis Pendidikan dan Ekonomi Sirkular
Gebyar Lelang Indonesia 2026 di Surabaya, DJKN dan BRI Optimalkan Potensi Lelang

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Workshop PWI Pusat-AFPI Dorong Jurnalisme Berkualitas untuk Edukasi Inklusi Keuangan

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:02 WIB

SKK Migas Jabanusa Perkuat Sinergi dengan Media Jawa Timur, Dorong Edukasi Hulu Migas

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:34 WIB

PT Lekimtie Jaya Agung Luncurkan Promo Minyak Telon Babylon Berhadiah Motor Listrik

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:57 WIB

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp10,6 Triliun, Lampaui Target 77.592 Unit

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:15 WIB

Hingga Juni 2026, BRI Pamekasan Salurkan KUR Rp349,14 Miliar kepada 5.667 Debitur

Berita Terbaru

Lifestyle

Rebo Wekasan: Ketika Waktu Menjadi Cermin Jiwa

Selasa, 11 Agu 2026 - 20:46 WIB