Peringkat Kedua Penyalahgunaan Narkoba, Pj Gubernur Jatim Minta Tahun Depan Turun

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 26 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono minta tahun 2025 angka kasus penyalahgunaan narkoba turun, (foto: Kominfo Jatim)

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono minta tahun 2025 angka kasus penyalahgunaan narkoba turun, (foto: Kominfo Jatim)

Angka kasus penyalahgunaan narkoba di Jawa Timur masih saja tinggi saja tuntas. Dari data yang ada, Jatim berada di tertinggi kedua di Indonesia.

“Rata-rata per tahun di Jatim 5.000 sampai 6.000 kasus baik pemakai maupun pengedar,” aku Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim, Brigjen Pol M. Aris Purnomo usai peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2024 di Gedung Cak Durasim, Surabaya.

Aris mengatakan, bahwa tingginya angka tersebut tak lepas karena banyaknya pengungkapan yang dilakukan oleh BNN maupun aparat kepolisian. Ditambah, jumlah penduduk Jatim yang lebih besar dibanding daerah lain.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena jumlah pengungkapan yang tinggi tersebut, BNNP Jatim menggencarkan upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi ke seluruh elemen.

Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan patroli ke tempat-tempat terindikasi terdapat penyalahgunaan narkotika dan pendalaman terkait kasus-kasus yang menjadi atensi.

Dari banyaknya kasus yang ada, Aris mengungkapkan, tanpa menyebut nama daerah namun ada beberapa daerah yang menjadi sasaran utama keluar masuknya narkoba. “Beberapa kali kita melakukan penangkapan memang ada dua (daerah),” sebut Aris, Rabu 26 Juni 2024.

Sedangkan kalangan pengguna terbanyak masih didominasi kalangan pekerja, kemudian pelajar. “Jenisnya terbanyak pengguna ganja, kedua sabu,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengaku prihatin dengan kondisi banyaknya kasus penyalahgunaan narkotika. Padahal, sudah banyak aturan dari berbagai instansi dalam upaya pencegahan.

“Semua pedoman yang bisa kita lakukan bisa mencegah kita lakukan. Yang kita lakukan tidak ada lain dimulai dari pencegahan, penyuluhan. Kemudian kita lebih kepada bagaimana pekerjaan ini pekerjaan bersama, tidak mungkin BNNP sendiri maka kami mengajak semua melakukan pencegahan,” kata Adhy.

Dengan upaya ini, diharap tahun depan angka penyalahgunaan narkotika di Jatim turun. “Saya tidak ingin tahun depan dalam peringatan ini masih ranking dua,” katanya.

Berita Terkait

BRI Sumenep: Proses Lelang Agunan Nasabah Bermasalah Telah Sesuai Ketentuan
TK Cahaya Kita Sidoarjo Lepas 26 Siswa Angkatan ke-24, Wali Murid Haru Saksikan Pentas Seni
Tak Cukup Tarif Cukai, Achsanul Qosasi Minta KEK Tembakau Madura Segera Direalisasikan
Surat Terbuka
Balon Udara Raksasa Jatuh di Kebun Tebu Magetan, Bocah-Bocah Heroik Padamkan Api
Queen Dawet: Ketika Mimpi Besar Dimulai dari Dapur Rumahan
Cooking Class Seru di IBS PKMKK Pamekasan, Santri Asah Life Skill dan Kreativitas
Pendidikan Islam di Pamekasan Makin Kuat, MTs Kyai Mudrikah Resmi Beroperasi

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:33 WIB

BRI Sumenep: Proses Lelang Agunan Nasabah Bermasalah Telah Sesuai Ketentuan

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:46 WIB

TK Cahaya Kita Sidoarjo Lepas 26 Siswa Angkatan ke-24, Wali Murid Haru Saksikan Pentas Seni

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:49 WIB

Tak Cukup Tarif Cukai, Achsanul Qosasi Minta KEK Tembakau Madura Segera Direalisasikan

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:53 WIB

Surat Terbuka

Senin, 1 Juni 2026 - 07:53 WIB

Balon Udara Raksasa Jatuh di Kebun Tebu Magetan, Bocah-Bocah Heroik Padamkan Api

Berita Terbaru

Lifestyle

Global Bond Danantara: Lazim, tapi Perlu Transparansi

Jumat, 5 Jun 2026 - 16:53 WIB

Lifestyle

Berbusana Yang Bagus Setiap Memasuki Masjid

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:46 WIB