Pimpin BEM SI Kerakyatan Jatim 2026–2027, Iskil El Fatih Tegaskan Independensi Gerakan Mahasiswa

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM — Pergantian periode BEM SI Kerakyatan Jawa Timur 2026–2027 berlangsung ketika berbagai persoalan publik di Jawa Timur belum menemukan penyelesaian yang memadai. Di tengah narasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, persoalan masyarakat masih hadir dalam bentuk ketimpangan, akses pekerjaan, lingkungan, pendidikan, hingga penegakan hukum. Kondisi tersebut menempatkan gerakan mahasiswa pada pertanyaan yang lebih mendasar: untuk siapa kebijakan publik dijalankan dan siapa yang paling merasakan dampaknya?

Melalui Musyawarah Nasional BEM SI Kerakyatan di Jambi, Universitas Bahaudin Mudhary Madura dipercaya memegang mandat sebagai Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Jawa Timur periode 2026–2027 melalui Moh. Iskil El Fatih.

Mandat tersebut hadir bukan sekadar sebagai pergantian kepemimpinan, tetapi sebagai tanggung jawab untuk membawa kembali persoalan masyarakat ke dalam agenda gerakan mahasiswa Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak ingin periode baru ini berhenti pada regenerasi struktural. Kalau pembangunan terus berjalan, pertanyaannya sederhana: apakah masyarakat ikut merasakan manfaatnya? Di situlah mahasiswa harus hadir, membaca kebijakan, menguji dampaknya, dan bersuara ketika kepentingan rakyat terpinggirkan,” ujar Iskil.

Menurutnya, independensi gerakan menjadi penting ketika mahasiswa berhadapan dengan pemerintah maupun institusi negara. Kritik terhadap Pemprov Jawa Timur dan aparat penegak hukum, termasuk Polda Jawa Timur, harus dibangun berdasarkan persoalan dan data, bukan kedekatan maupun kepentingan politik sesaat.

“Mahasiswa tidak boleh menjadi bagian dari kekuasaan, tetapi juga tidak boleh alergi terhadap dialog. Kita akan membuka komunikasi dengan siapa pun, tetapi independensi tetap menjadi batas. Ketika kebijakan tidak berpihak kepada masyarakat, tugas kita adalah mengkritiknya,” tegasnya.

Periode 2026–2027 akan diarahkan pada penguatan konsolidasi antarkampus, kajian kebijakan, dan advokasi persoalan masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur. Bagi BEM SI Kerakyatan, lembar baru ini bukan tentang siapa yang berada di dalam struktur, melainkan tentang keberanian gerakan mahasiswa menentukan sikap ketika berhadapan dengan persoalan rakyat. (as)

Berita Terkait

Patroli Humanis, Polwan Polresta Sidoarjo Imbau Warga Waspadai Gangguan Kamtibmas
Forkopimka Gedangan Kompak Olahraga Bersama, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Sat Binmas Polresta Sidoarjo Beri Pembinaan Hukum kepada Siswa SMAN 3
Puluhan Wartawan Nganjuk Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Adhyaksa Night Run Merah Putih 2026 Digelar, 3.000 Pelari Padati Kota Nganjuk
Jaringan Uang Palsu Rp298 Juta Dibongkar Polresta Sidoarjo, 3 Orang Ditangkap
Sat Binmas Polresta Sidoarjo Edukasi Pelajar soal Hukum, Bullying hingga Radikalisme
Anak Hilang di Mojokerto Ditemukan Selamat oleh Polsek Balongbendo

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:42 WIB

Patroli Humanis, Polwan Polresta Sidoarjo Imbau Warga Waspadai Gangguan Kamtibmas

Sabtu, 12 September 2026 - 11:30 WIB

Forkopimka Gedangan Kompak Olahraga Bersama, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 - 10:36 WIB

Sat Binmas Polresta Sidoarjo Beri Pembinaan Hukum kepada Siswa SMAN 3

Kamis, 10 September 2026 - 20:30 WIB

Puluhan Wartawan Nganjuk Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Rabu, 9 September 2026 - 11:27 WIB

Adhyaksa Night Run Merah Putih 2026 Digelar, 3.000 Pelari Padati Kota Nganjuk

Berita Terbaru

Lifestyle

Demokrasi Tanpa Akal Sehat: Mengapa Kita Harus Muak?

Sabtu, 12 Sep 2026 - 14:44 WIB