Stok hewan kurban di Lamongan tahun ini melimpah. Cukup untuk memenuhi kebutuhan Jawa Timur yang meningkat tajam. Hal itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono usai mengunjungi sidak ternak hewan kurban di Lamongan, Jumat (76/2024).
Saat ini populasi ternak sapi Kabupaten Lamongan mencapai 96.632 ekor, ternak kambing 94.635 ekor dan domba 80.238 ekor. Adapun untuk hewan kurban, disediakan 8.074 ekor sapi, 15.772 ekor kambing dan 11 ribu ekor domba.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono mengatakan, peningkatan tersebut berbanding lurus dengan permintaan hewan kurban untuk Idul Adha 1455 Hijriah yang mengalami peningkatan cukup tajam dibanding tahun lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika tahun sebelumnya permintaan hewan kurban sebanyak 359 ribu ekor. Untuk tahun 2024 ini mencapai menjadi 426 ribu ekor, atau kenaikan mencapai 22 persen. Alasan utamanya karena sudah tidak ada lagi pandemi penyakit mulut dan kaki (PMK).
“Selain indeks kesalehan masyarakat juga meningkat, termasuk membaiknya pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya, di Lamongan. Jumat 7 Juni 2024, sore.
Kehadiran Pj Gubernur Jawa Timur di Lamongan dalam rangka sidak ternak hewan kurban sebelum Idul Adha 1445. Sasarannya mengunjungi peternakan sapi milik Teguh, di Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro.
Peningkatan permintaan ini, lanjut Pj Gubernur Adhy Karyono, harus disambut positif. Tentu, untuk memenuhi permintaan tersebut harus disiapkan stok berlebih. Sehingga Pemprov Jawa Timur perlu koordinasi dengan pemerintah daerah.
Baca Juga:
TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
“Tapi, tetap mementingkan pemenuhan regulasi Undang-Undang Kesehatan Hewan Kurban. Karena selain PMK juga ada penyakit LSD,” imbuhnya.
Untuk itu, Pj Gubernur Adhy Karyono berpesan kepada Pemkab Lamongan, sebagai daerah sentra penghasil ternak, agar seluruh peternak di Lamongan menjaga kesehatan hewan hingga penyembelihan nanti.
Adapun untuk menunjang kebutuhan menjaga kualitas kesehatan hewan, tentu akan ada pemeriksaan ke seluruh rumah pemotongan hewan (RPH) sebelum ternak disembelih.
“Penyembelihan ternak kurban di luar RPH tetap diperbolehkan. Tetapi, harus ada pemeriksaan oleh petugas terhadap ternak yang akan disembelih tadi,” tandasnya.
Baca Juga:
Puncak HPN 2026 di Surabaya, Gus Irfan Raih PWI Jatim Award atas Transformasi Haji
Rakernas PERBAMIDA 2026 Dorong Peran BPR/BPRS Perkuat UMKM dan Ekonomi Nasional
Santri Al Amanah Krian Dapat Edukasi Safety Riding dari Polresta Sidoarjo
Di lokasi yang sama, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menjelaskan, untuk kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Lamongan disiapkan dua kali lipat.
Hewan kurban sebanyak itu, lanjut Pak Yes, sapaan akrab Bupati Yuhronur Efendi, semuanya dalam pantauan kesehatan, juga memastikan semua hewan kurban sudah mendapatkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Sampai Mei 2024, vaksinasi hewan di Lamongan sudah mencapai 89 persen atau 86.700 ekor,” pungkasnya.














