Tanda Kiamat Besar

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gatot Sundoro.

Gatot Sundoro.

Oleh: Gatot Sundoro

JATIMRAYA.COM – Sesungguhnya ALLOH telah nenggagalkan penyerangan tentara gajah terhadap Ka’bah; padahal saat itu Ka’bah belum menjadi kiblatnya umat Islam.

Penyerangan yang pertama itu, pasukan gajah dimusnahkan oleh ALLOH sebelum mereka sampai ke Ka’bah, dan penyerangan kedua dibiarkan oleh ALLOH. Runtuhnya Ka’bah inilah akhir zaman menjelang kiamat. Dan di waktu itu tidak ada seorang pun di bumi ini yang mengucapkan, ” ALLOH, ALLOH.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nabi Isa AS telah dipilih ALLOH SWT untuk membunuh Dajjal dan menegakkan kebenaran.

ALLOH SWT memilih Nabi Isa untuk membunuh Dajjal bukan tanpa alasan. ALLOH SWT memilihnya karena sebagai bukti bahwa Nabi Isa masih hidup.

ALLOH SWT berfirman:” Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisaa: 159)

Kemunculan Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat besar.

Dajjal banyak diceritakan dalam kitab Islam maupun Kristen ortodoks yang akan muncul menjelang kiamat. Dajjal digambarkan sebagai sosok manusia yang istimewa dan memiliki kemampuan menguasai sebagian besar orang. Dajjal matanya yang sebelah kanan buta, kafir, jahat dan pembawa fitnah.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas ra, Nabi saw bersabda:” Tidak ada seorang Nabi yang diutus kecuali mengingatkan umatnya tentang Dajjal pendusta dan buta matanya sebelah kanan, diantara kedua mata Dajjal tertulis kata ‘Kafir'”

Berita Terkait

Mutilasi Kemasan Konstitusional
Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan
Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita
Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu
Epistemicide di Fakultas Hukum: Melenyapkan Warisan Profesor Djokosoetono, Mematikan Nurani Konstitusionalisme
Ketika Keadilan Hanya Fatamorgana
Langgam Angka dan Derita Realita: Ketika Data Menjadi Panggung Ilusi
Nahdlatut Tujjar Abad Kedua: Kadin Jatim, Gus Gudfan, dan Kebangkitan Ekonomi Pesantren

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:14 WIB

Epistemicide di Fakultas Hukum: Melenyapkan Warisan Profesor Djokosoetono, Mematikan Nurani Konstitusionalisme

Berita Terbaru

Lifestyle

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:28 WIB