Oleh: Gatot Sundoro
JATIMRAYA.COM – Sesungguhnya ALLOH telah nenggagalkan penyerangan tentara gajah terhadap Ka’bah; padahal saat itu Ka’bah belum menjadi kiblatnya umat Islam.
Penyerangan yang pertama itu, pasukan gajah dimusnahkan oleh ALLOH sebelum mereka sampai ke Ka’bah, dan penyerangan kedua dibiarkan oleh ALLOH. Runtuhnya Ka’bah inilah akhir zaman menjelang kiamat. Dan di waktu itu tidak ada seorang pun di bumi ini yang mengucapkan, ” ALLOH, ALLOH.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nabi Isa AS telah dipilih ALLOH SWT untuk membunuh Dajjal dan menegakkan kebenaran.
ALLOH SWT memilih Nabi Isa untuk membunuh Dajjal bukan tanpa alasan. ALLOH SWT memilihnya karena sebagai bukti bahwa Nabi Isa masih hidup.
ALLOH SWT berfirman:” Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisaa: 159)
Kemunculan Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat besar.
Baca Juga:
Jelang Haji 2026, Kemenhaj Sidoarjo Tekankan Kesehatan Jamaah Risti dan Lansia
Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran
Polisi Turun ke Sawah, Polsek Prambon Cek Lahan Jagung Petani
Dajjal banyak diceritakan dalam kitab Islam maupun Kristen ortodoks yang akan muncul menjelang kiamat. Dajjal digambarkan sebagai sosok manusia yang istimewa dan memiliki kemampuan menguasai sebagian besar orang. Dajjal matanya yang sebelah kanan buta, kafir, jahat dan pembawa fitnah.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas ra, Nabi saw bersabda:” Tidak ada seorang Nabi yang diutus kecuali mengingatkan umatnya tentang Dajjal pendusta dan buta matanya sebelah kanan, diantara kedua mata Dajjal tertulis kata ‘Kafir'”













