Terkait Temuan Penyakit Lumpy Skin Disease di Jatim, Kaltim Setop Pengiriman Sapi dari Pulau Jawa

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 1 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Kaltim setop sementara pengiriman sapi dari Jawa. (Pixabay.com/Kapa65)

Pemprov Kaltim setop sementara pengiriman sapi dari Jawa. (Pixabay.com/Kapa65)

JATIM RAYA– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyetop sementara pengiriman sapi dari Pulau Jawa, menyusul adanya temuan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang terjadi pada hewan ternak di sejumlah wilayah Indonesia, diantaranya di Jawa Timur.

“Untuk sementara kami tidak izinkan sapi dari Jawa masuk Ke Kaltim, karena ada penyakit lain yang sebenarnya jauh lebih berbahaya dari PMK yaitu penyakit LSD,” ucap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Jumat.

Fahmi menjelaskan penyakit LSD menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan beberapa jenis hewan ruminansia liar lainnya, dan disinyalir penyakit ini lebih berbahaya dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) seperti yang terjadi pada hewan ternak di Indonesia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PMK hanya menimbulkan kerugian secara ekonomi, namun dagingnya tetap bisa dikonsumsi. Jadi dia tidak zonasis,” jelasnya.

Konten artikel ini dikutip dari media online Hallokaltim.com, salah satu portal berita terbaik di Indonesia.

Berbeda dengan LSD, selain bisa menyebabkan kematian pada ternak, dagingnya hewan ternak yang terinfeksi virus tersebut memang tidak layak untuk dimakan.

Fahmi mengungkapkan secara visual ternak yang sudah mengidap LSD wujud dagingnya seperti bentol-bentol, sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman untuk memakan dagingnya.

“LSD ini sudah masuk ke Sumatera dan Jawa termasuk Jatim, karena itu sementara ini tidak izinkan sapi dari Jawa masuk ke Kaltim,” ujarnya.

Fahmi mengatakan pihaknya telah memiliki surat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk mengontrol daging produk hasil ternak ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Selain dari Pulau Jawa, kata Fahmi, untuk memenuhi pasokan daging, Kaltim mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi.

“Sapi dari NTB biasa untuk sapi bibit, sedangkan sapi dari NTT dan Sulawesi untuk kebutuhan sapi potong,” jelasnya.

Menurut Fahmi sejak adanya temuan kasus PMK, memang pihaknya cukup berhati-hati mendatangkan sapi dari wilayah luar Kaltim, mengingat di Kaltim belum bisa mewujudkan swasembada daging.

“Kita sangat butuh yang namanya daging, baik itu daging merah dari sapi, kerbau, kambing, dan sebagainya, maupun daging putih dari unggas beserta telur, namun kita harus tetap proteksi agar daging atau telur yang masuk itu benar-benar aman untuk dikonsumsi masyarakat,” terang Fahmi.

Fahmi menegaskan kebijakan Ini dilakukan dalam rangka memastikan rasa aman kepada masyarakat khususnya menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang biasanya kebutuhan daging konsumsi masyarakat mengalami peningkatan.***

Berita Terkait

Inovasi Pemkab Sidoarjo Meningkat, Subandi Soroti Stunting dan Pengangguran
Bupati Subandi Apresiasi Senada Fest Fatayat NU, Dorong Perempuan Berkarya untuk Sidoarjo
BRI Surabaya Kusuma Bangsa Perkuat Kedekatan dengan Nasabah di Harpelnas 2026
Syarikat Islam Gelar Kongres ke 42 di Surabaya
Peduli Kesehatan Warga, PT IMLI Gelar Bakti Sosial di Pasuruan
Lutfil Hakim Daftar Ketua PWI Jatim, Dwi Eko Kembali Bidik Ketua DKP
“Taretan Dhibik”: Alasan Ketua PWI Pamekasan Enggan Nyalon Ketua PWI Jatim dan Pilih Dukung Cak Item
Polsek Sukodono Tindaklanjuti Aduan Sabung Ayam, Petugas Tak Temukan Aktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Inovasi Pemkab Sidoarjo Meningkat, Subandi Soroti Stunting dan Pengangguran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bupati Subandi Apresiasi Senada Fest Fatayat NU, Dorong Perempuan Berkarya untuk Sidoarjo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:28 WIB

BRI Surabaya Kusuma Bangsa Perkuat Kedekatan dengan Nasabah di Harpelnas 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Syarikat Islam Gelar Kongres ke 42 di Surabaya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Peduli Kesehatan Warga, PT IMLI Gelar Bakti Sosial di Pasuruan

Berita Terbaru

Pers Rilis

TUMI HADIRKAN GIFTS FOR THE JOURNEY UNTUK MUSIM LIBURAN INI

Senin, 19 Okt 2026 - 13:00 WIB