Hasil Studi Ungkap Fakta Makan Buah dan Sayur Manfaatnya Sama Seperti Jalan 4.000 Langkah

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 8 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semakin tinggi skor dalam penilaian tersebut artinya semakin baik kualitas dietnya, dengan fokus konsumsi makanan pada sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan. (Pexels/Doğu Tuncer)

Semakin tinggi skor dalam penilaian tersebut artinya semakin baik kualitas dietnya, dengan fokus konsumsi makanan pada sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan. (Pexels/Doğu Tuncer)

HALLOUP.COM – Ahli kesehatan sepakat mengonsumsi buah dan sayur dapat menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mengurangi risiko terkena berbagai macam penyakit.

Studi terbaru yang diterbitkan di European Journal of Preventive Cardiology, menyebutkan mengonsumsi lima buah dan sayuran setiap hari sama manfaatnya dengan berjalan 4.000 langkah sehari.

“Studi ini memberikan beberapa data terkuat dan paling akurat untuk mendukung hubungan bahwa diet yang lebih baik dapat menyebabkan kebugaran yang lebih tinggi,” jelas penulis utama, Dr. Michael Mi dari Beth Israel Deaconess Medical Centre di Harvard.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peningkatan kebugaran yang kami amati pada peserta dengan diet yang lebih baik serupa dengan efek berjalan 4.000 langkah lebih banyak setiap hari,” lanjutnya seperti dilansir dari laman New York Post.

Para peneliti di Harvard mengukur tingkat oksigen dari 2380 pria dan wanita saat mereka berlari di atas treadmill.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: Bukan Hanya Penyakit Hipertensi dan Jantung Koroner, Ini Gangguan Kesehatan Akibat Kurang Tidur

Semua melakukan jumlah aktivitas fisik yang sama, namun faktor utama yang membedakan kebugaran fisik mereka ternyata terletak pada nutrisi.

Sukarelawan melengkapi sebuah kuesioner yang mencatat frekuensi konsumsi 125 jenis makanan yang berbeda selama setahun terakhir, dengan pilihan yang bervariasi, dari tidak pernah atau kurang dari sekali sebulan hingga enam atau lebih porsi per hari.

Kualitas diet kemudian dinilai berdasarkan Indeks Makanan Sehat Alternatif atau Alternative Healthy Eating Index (AHEI) dan Skor Diet Gaya Mediterania atau Mediterranean-style Diet Score (MDS), yang keduanya terkait dengan kesehatan jantung.

Penilaian itu juga mempertimbangkan usia, jenis kelamin, asupan energi harian total, indeks massa tubuh (IMT), merokok, kadar kolesterol, tekanan darah, diabetes, dan aktivitas fisik rutin.

Semakin tinggi skor dalam penilaian tersebut artinya semakin baik kualitas dietnya, dengan fokus konsumsi makanan pada sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, dan lemak sehat sambil membatasi daging merah dan alkohol.

“Pola makan sehat sangat berhubungan positif dengan kebugaran pada orang dewasa paruh baya, bahkan setelah mempertimbangkan level aktivitas yang biasa dilakukan,” ujar Mi.

Dia menambahkan bahwa hubungan antara pola makan sehat dan kebugaran fisik sama baiknya pada pria maupun wanita, tetapi lebih kuat pada orang yang berusia di bawah 54 tahun.***

Berita Terkait

Tangan yang Tak Terlihat di Balik Rencana Kita: Menyelami Taqdir, Ikhtiyar, dan Jalan Pulang
Mereka Yang Dicintai Alloh Dengan Dzikirnya
Permenkum 49/2025: Paradoks Tata Kelola Korporasi, Ilusi Kemudahan Berusaha, dan Harga Sebuah Kepastian
Dari Meja Makan Rakyat menuju Stabilitas Ekonom
Penjajahan Baru: Ketika Pikiran Menjadi Medan Perang, Apa yang Harus Indonesia Lakukan?
Ketika Lisan Berdusta, Neraka pun Terbangun: Menyelami Dusta sebagai Pengingkaran Kekuasaan Ilahi
Kedalaman Skuad, Dialektika Bangku Cadangan, dan Stabilitas Garuda
Anatomy of an Exit Strategy: Ketika Kekuasaan Menjelang Senja

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tangan yang Tak Terlihat di Balik Rencana Kita: Menyelami Taqdir, Ikhtiyar, dan Jalan Pulang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Mereka Yang Dicintai Alloh Dengan Dzikirnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Permenkum 49/2025: Paradoks Tata Kelola Korporasi, Ilusi Kemudahan Berusaha, dan Harga Sebuah Kepastian

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Dari Meja Makan Rakyat menuju Stabilitas Ekonom

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Penjajahan Baru: Ketika Pikiran Menjadi Medan Perang, Apa yang Harus Indonesia Lakukan?

Berita Terbaru