Indonesia Akan Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Beberapa Negara Sahabat

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 8 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Tingkat Menteri tentang Perencanaan dan Pelaksanaan Pemberian Bantuan Kemanusiaan untuk Yaman, Sudan, Palestina dan Vietnam di Kantor Kemenko PMK Jakarta, pada Selasa (8/10/2024).

Rapat Tingkat Menteri tentang Perencanaan dan Pelaksanaan Pemberian Bantuan Kemanusiaan untuk Yaman, Sudan, Palestina dan Vietnam di Kantor Kemenko PMK Jakarta, pada Selasa (8/10/2024).

JATIMRAYA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan pemerintah Indonesia berencana akan mengirim bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Sudan, Yaman, Palestina, dan Vietnam serta turut berbelasungkawa atas kejadian krisis kemanusiaan yang dialami oleh negara-negara tersebut.

Hal itu disampaikan usai melakukan Rapat Tingkat Menteri tentang Perencanaan dan Pelaksanaan Pemberian Bantuan Kemanusiaan untuk Yaman, Sudan, Palestina dan Vietnam di Kantor Kemenko PMK Jakarta, pada Selasa (8/10/2024).

“Indonesia turut berbelasungkawa atas kejadian krisis kemanusiaan yang dialami oleh negara-negara sahabat, seperti Yaman, Sudan, Palestina dan Vietnam. Indonesia akan selalu berupaya untuk turut serta memberikan bantuan untuk meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di sana,” ujar Muhadjir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhadjir menerangkan, bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada Yaman, Sudan, dan Palestina berasal dari Dana Siap Pakai BNPB, yang masing-masing diantaranya senilai USD 1 juta.

Sementara, khusus untuk Vietnam yang mengalami bencana Topan Yagi pada bulan September lalu akan diberikan bantuan secara tunai sebesar USD 1 juta yang berasal dari Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (DKPI).

Selain itu, bantuan dari masyarakat Indonesia yang telah dihimpun oleh Baznas untuk Sudan senilai USD 78,5 ribu dalam bentuk obat-obatan akan turut dikirimkan bersama dengan bantuan dari pemerintah.

“Pengiriman bantuan direncanakan pada 14 Oktober 2024 mendatang. Saya berharap pengiriman bantuan ini dapat meringankan beban korban bencana dan krisis kemanusiaan. Selain itu juga dapat meneguhkan peran Indonesia dalam perdamaian dan aksi kemanusiaan internasional,” tutur Muhadjir.

Indonesia sebelumnya telah tiga kali mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi Palestina dengan total senilai sekitar USD 4 juta dan satu kali kepada Sudan senilai USD 1 juta.

Hadir dalam pertemuan itu secara daring dan luring Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Duta Besar Indonesia untuk Republik Yaman Mohamad Irzan Djohan, Duta Besar Indonesia untuk Republik Sudan Sunarko, Perwakilan KBRI Amman Yordania, KBRI Muscat, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan BPKP. (AS)

Berita Terkait

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia
Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan
Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia
Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan
Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media
H. Iwan Efendi Nakhodai DPC PDI Perjuangan Sampang Periode 2025-2030
Peduli Korban Bencana, Grup Merdeka Serahkan Donasi Rp977 Juta ke BAZNAS RI
PWI Pusat Terbitkan Tiga Surat Edaran untuk Anggota se-Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:47 WIB

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:09 WIB

Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:49 WIB

Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:26 WIB

Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media

Berita Terbaru