Fitnah Jari Bisa Jadi Lebih Kejam

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Nabi Muhammad Saw memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang bahaya fitnah.

Memfitnah seseorang adalah dosa besar. Termasuk menuding kesalahan orang lain tanpa adanya bukti bukti yang kuat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasulullah Saw lantas mengingatkan orang yang memfitnah, maka kesalahan kesalahannya akan ditampakkan oleh ALLOH SWT, meskipun orang tersebut bersembunyi ditempat yang paling rahasia.

Muslim yang baik, sebaiknya memperhatikan sabda Nabi Saw ketika beliau ditanya:” Siapakah muslim yang terbaik, yaa Rasulullah!”

Beliau menjawab:”Seorang muslim yang bisa menjaga (selamat) dari lidah dan tangannya.”

Jika dahulu fitnah disebarkan melalui ‘telinga ke telinga’ atau melalui lisan, dan bisa jadi fitnah yang disebabkan olehnya relatif lebih lama untuk menyebar; Namun pada zaman serba canggih ini, fitnah lebih leluasa dan bisa jadi secepat kilat melalui media massa dan internet dengan hanya ujung jari saja.

Fitnah menggunakan ujung jari ini di era digital sering dikenal dengan istilah sebagai ‘hoaks’ (berita bohong) atau tuduhan palsu melalui media massa. Tindakan ini mudah sekali dilakukan, cukup menekan tombol HP ataupun Laptop, kemudian di bagikan (share), jadilah fitnah dengan ujung jari!.

Padahal fitnah dengan ujung jari ini bisa berakibat:

1. Merusak kehormatan seseorang.

Menghancurkan nama baik seseorang seketika, Apalagi tanpa bukti yang valid.

2. Memecah belah.

Memicu permusuhan dan bisa menjadi konflik yang meluas di masyarakat.

3. Bumerang dosa.

Pelaku diancam balasan yang setimpal dari ALLOH SWT atas fitnah yang dilakukan.

Fitnah akibat ujung jari ini bisa cepat menyebar sekejap saja, beberapa menit karena ‘share’ atau ‘retweet’ tanpa diteliti terlebih dahulu. Seolah olah informasi yang di share sudah akurat, menjadikan seseorang dengan mudah menghakimi di alam maya, mudah menjatuhkan hukuman, tanpa rasa takut sedikitpun kepada ALLOH SWT.

Islam memandang isu fitnah dan penyebaran berita bohong yang diakibatkan ujung jari ini dengan sangat serius. ALLOH SWT telah memberikan ancaman yang amat keras dalam Al-Qur’an, surat Al Hujurat, ayat 6: ” Wahai orang orang yang beriman! Jika datang kepadamu seorang fasik yang membawa berita, maka teliti lah kebenarannya, supaya kamu tidak menyebabkan suatu kaum dengan perkara yang tidak diinginkan, dengan sebab kejahilan mu, sehingga menjadikan kamu menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan.”

Namun dijaman sekarang sudah menjadi hal yang lumrah dengan istilah ‘share (sebar) dulu, soal kebenaran menyusul’. Ini adalah kesalahan yang fatal, dampaknya bisa jadi merusak, meresahkan; sehingga tidak bisa membedakan antara gibah dan fitnah.

Kadangkala apabila sudah tersingkap kebenarannya, dengan entengnya menjawab:” Saya cuma meneruskan apa kata orang.” Ataupun, ” Saya hanya menginformasikan saja.”

Inilah dosa besar yang dianggap sepele. Dalam Islam penyebar fitnah mendapatkan dosa yang sama dengan pendahulunya.

Padahal Rasulullah Saw telah dengan sangat tegas memberikan ancaman dalam hadits nya:” Tidak masuk surga orang yang menyebarkan fitnah (mengadu domba).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Seyogyanya, apabila kita mendengar berita buruk tentang seseorang, kewajiban pertama adalah menasehati ataupun meluruskan, bukan men share, apalagi kita tidak tahu kebenarannya, jalan yang paling selamat adalah diam.

Sebelum ujung jari menekan tombol, tanyakan pada hati, diri sendiri; Apakah berita ini benar? Adakah manfaatnya? Bisa nggak menyelamatkan saya di akhirat kelak ataukah menjadikan diri kedalam dosa yang hina tanpa henti, tanpa tepi?

Patut diingat bahwa setiap kata dalam HP ataupun Laptop akan dihizab satu persatu. Jadilah pengguna medsos yang bijak dan bersih hatinya, bukan penyebar hoaks, fitnah yang berakibat fatal pada hari perhitungan kelak.

Dijaman akhir ini, mendekati kiamat adalah jaman seburuk buruknya jaman; di jaman inilah dengan ujung jari bisa mencaci maki Nabi, kitab suci bahkan menghina ALLOH SWT hanya dengan ujung jari di medsos. Sehingga ke fatalan fitnah medsos bisa jadi menjadikan kita, zinah tangan, bahkan kufur dan yang lebih fatal lagi bisa syirik akhirnya kafir. Nauzubillah.

Bagaimana cara mengatasi kejamnya ujung jari yang melakukan fitnah medsos?

Cara mengatasi godaan fitnah medsos dengan ujung jari, yaitu:

– Memurnikan atau berpegang teguh terhadap sunnah Nabi Saw.

– Dengan bersabar/ menahan diri untuk tidak melakukannya

– Berdoa, minta pertolongan ALLOH agar dijauhkan dari fitnah mulut dan fitnah ujung jari.

Adapun kiat kiat untuk menghindari fitnah medsos yang dilakukan oleh ujung jari, yaitu:

1. Yakinilah bahwa apa yang kita lakukan setiap kata yang dilakukan oleh ujung jari, akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

2. Berlakukan bahwa medsos hanya digunakan untuk kebaikan saja.

3. Yakinilah bahwa apa yang dikerjakan di medsos untuk menambah keimanan maupun ketaqwaan saja.

4. Apabila medsos bertentangan dengan akidah, tinggalkan, nggak perlu diperdebatkan, skip saja, nggak usah dibuka.

5. Perbanyaklah berzikir, berdoa kepada ALLOH dijauhkan dari maksiatnya fitnah medsos.

6. Terlalu menikmati medsos bisa berakibat malas beribadah.

7. Kalau bercita-cita untuk akhirat, meraih surga, jadilah wali ALLOH dengan menahan mata dari kemaksiatan medsos.

Berita Terkait

Paradoks di Atas Sajadah: Enam Pertanyaan yang Menelanjangi Ibadah Kita
GARIS KEBERUNTUNGANMU, MEWARISI KEBAIKAN PENDAHULUMU: Jalan Sunyi Gus Gudfan dan Wasiat Spiritual Kiai Ghofur dari Istana Negara yang Terlupakan
Dari Cermin Diri Menuju Samudra Keabadian: Sebuah Tafsir Sufistik tentang Kepemimpinan Batin
“Hla Wong Dia Putune”: Membaca Bashirah Gus Baha tentang Rahasia Nasab dan Jalan Sunyi Gus Gudfan
Hilangnya Rasa Takut dan Permainan Topeng di Panggung Zaman
Batas Moral dan Nalar di Tepi Labirin Sistem
Pembajakan Negara dan Bunga Rampai Keputusasaan
Bayangan Maroko di Cermin Nusantara

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:50 WIB

Fitnah Jari Bisa Jadi Lebih Kejam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Paradoks di Atas Sajadah: Enam Pertanyaan yang Menelanjangi Ibadah Kita

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:54 WIB

GARIS KEBERUNTUNGANMU, MEWARISI KEBAIKAN PENDAHULUMU: Jalan Sunyi Gus Gudfan dan Wasiat Spiritual Kiai Ghofur dari Istana Negara yang Terlupakan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Dari Cermin Diri Menuju Samudra Keabadian: Sebuah Tafsir Sufistik tentang Kepemimpinan Batin

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:07 WIB

“Hla Wong Dia Putune”: Membaca Bashirah Gus Baha tentang Rahasia Nasab dan Jalan Sunyi Gus Gudfan

Berita Terbaru

Lifestyle

Fitnah Jari Bisa Jadi Lebih Kejam

Jumat, 7 Agu 2026 - 07:50 WIB

Pers Rilis

Huawei Jadi Mitra bagi Ajang GSMA M360 ASEAN 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 00:42 WIB