Oleh: Gatot Sundoro
JATIMRAYA.COM – Sesungguhnya seluruh penyakit hati berasal dari nafsu.
Materi materi perusak hati selalu bersumber dari nafsu, lalu menyebar ke seluruh anggota tubuh, dan yang pertama diserang adalah hati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rasulullah Saw dalam khutbah hajinya, beliau bersabda:” Segala puji bagi ALLOH, kita memohon pertolongan, petunjuk dan ampunan-NYA. Kita berlindung kepada ALLOH dari kejahatan kejahatan nafsu kita dan keburukan keburukan kita.” (HR. Abu Dawud)
Kita diperintahkan untuk berlindung dari kejahatan kejahatan nafsu dan dari kejahatan yang mengakibatkan kita di benci maupun disiksa.
Perlindungan terhadap perbuatan buruk yang mengakibatkan rasa benci ataupun siksaan; tidak lain adalah permohonan perlindungan dari balasan terhadap dampak akibat kejahatan nafsu.
Orang yang meniti di jalan ALLOH dengan berbeda beda caranya, sepakat bahwa nafsu adalah pemutus terhubungnya hati untuk sampai kepada ALLOH.
ALLOH SWT tidak akan memasukkan dan menyambungkan hati itu kepada-NYA kecuali kita mampu membunuh nafsu buruk, meninggalkan ataupun mengalahkan nafsu pemutus hati.
Perjalanan orang orang yang mencari ilmu akan berhasil apabila ia dapat mengalahkan nafsunya, dan barangsiapa yang mampu mengalahkan nafsunya maka ia akan menang dan sukses, sebaliknya barangsiapa dikalahkan oleh nafsunya, maka ia akan rugi dan mengalami kegagalan.
ALLOH SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat An- Nazi’at, 37-41 :” Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya neraka lah tempat tinggal (nya). Dan adapun orang orang yang takut kepada kebesaran TUHANNYA, dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surga lah tempat tinggal (nya).”
Menurut Imam Ibnu Qoyim, ada tujuh cara mengatasi penyakit hati yang bersumber dari nafsu buruk, yaitu:
1. Menjaga kekuatan mental.
Salah satu upaya bagi orang yang punya penyakit hati adalah dengan menjaga kekuatan mentalnya, dengan ilmu yang bermanfaat, hatinya dipaksa untuk mendengarkan nasehat yang bersumber pada Al Qur’an dan sunnah.
2. Menghindari hal hal yang membuat penyakit hati semakin parah.
Caranya, yaitu dengan menjauhi semua perbuatan dosa dan kemaksiatan.
3. Baca Al Qur’an dan men tadabbur (merenungi)
Ketika penyakit hati mulai timbul, mulai merasa kesal dan sakit hati, cobalah baca Al Qur’an dan tadabburi agar mendapat ketenangan lahir dan batin.
4. Rajin puasa
Mengosongkan perut amat di sarankan untuk penyakit hati ini. Dengan berpuasa, maka hawa nafsu dapat terkendali dan sedikit demi sedikit penyakit hati ini terkikis, dan lenyap.
5. Sholat malam (Tahajud)
Ketika hati tidak mampu membuang rasa kebencian dan kesedihan, yang paling cocok adalah dengan Tahajud (Qiyamullail). Dengan cara ini, yakinilah bisa mengurangi segala penyakit hati. Dan berdoa lah dengan sungguh-sungguh, niscaya ALLOH SWT akan memberi kelapangan dalam dada.
6. Berdoa dan Zikir.
Doa dan zikir sangat ampuh untuk mengobati rasa sakit hati dalam dada
7. Bergaul dengan orang Sholeh atau aktif dalam kajian Islam.
Mengikuti majelis taklim maupun bergaul dengan orang yang Sholeh, menjadikan rohani tenang dan mudah melupakan rasa sakit yang ada di dalam dada. Bergaul dengan orang berilmu, akan mudah mendapatkan ilmu agama yang bermanfaat.
Orang yang cerdas, bukan hanya pandai disegala bidang; namun juga mampu menundukkan hawa nafsunya.
Imam Ahmad, meriwayatkan hadits dari Syadad bin Uwais bahwasanya Rasulullah Saw pernah bersabda:” Orang yang cerdas adalah orang orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya dan beramal untuk persiapan sesudah mati, dan orang yang lemah adalah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan berangan angan untuk (diselamatkan) ALLOH.”














