Ketika Alloh Memberikan Perumpamaan Seperti Binatang – Binatang Kecil

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA COM – ALLOH SWT sering menjadikan binatang kecil seperti: Nyamuk, Lalat, Laba laba, hingga Semut, sebagai perumpamaan dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan tanda tanda kebesaran-NYA.

Dalam Al Qur’an, surat Al Baqarah ayat 26, ALLOH SWT menegaskan bahwa DIA tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau lebih kecil dari itu untuk menguji keimanan hamba-NYA.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi orang beriman, hal itu merupakan kebenaran, sementara bagi orang kafir sering kali meremehkan dan mempertanyakannya.

Dalam surat Al-Hajj, ayat 73; ALLOH SWT menantang sembahan selain ALLOH yang tidak akan mampu menciptakan seekor lalat; meskipun manusia dan jin bersatu untuk menciptakannya; bahkan jika lalat itu mendapatkan sesuatu dari mereka, mereka tidak bisa merebutnya kembali.

Ada juga binatang kecil sebagai nama surat dalam Al-Qur’an, seperti An-Naml (semut), Al Ankabut (laba laba) dan An Nahl (lebah) yang mencerminkan karakter serta pelajaran hidup bagi manusia. Dan juga dimaksudkan agar manusia yang beriman dapat berpikir dan merenung secara mendalam, menggunakan akal dan hatinya untuk mengenali tanda tanda kebesaran, kekuasaan serta keesaan ALLOH SWT (bertafakur).

Kalaulah kita mau berpikir dan merenung, maka pelajaran berharga dalam kehidupan manusia sehari-hari, disimbulkan oleh ALLOH SWT dalam binatang binatang kecil ciptaan-NYA:

– Semut : Simbul Tekun sekaligus tamak.

Semut merupakan makhluk kecil yang tekun mengumpulkan makanan sedikit demi sedikit tanpa henti; Bahkan, mereka dapat menyimpan makanan dalam waktu lama, meskipun usia semut tidak selama usia makanan hasil penyimpanannya.

Ketamakan semut begitu besar, sehingga seringkali membawa sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya, meskipun barang yang dibawanya tidak selalu berguna baginya.

– Laba laba: Simbul lemah dan ilusi perlindungan.

Laba laba yang rumahnya indah dan rapi, namun rapuh seperti rapuhnya manusia manusia yang mencari perlindungan selain kepada ALLOH SWT. Hal ini menggambarkan betapa ilusi yang salah dan dapat menjerumuskan manusia kedalam jurang kehancuran.

Selain itu Laba laba dikenal sebagai makhluk yang memangsa sesamanya. Laba laba betina sering memangsa jantannya, dan anak Laba laba pun bersaing, saling memusnahkan.

Seperti sifat manusia yang egois dan saling menjatuhkan demi kepentingan pribadi.

Rumah tangga yang dibangun dengan dasar yang rapuh, mudah runtuh, seperti Laba laba yang tidak mampu memberikan perlindungan yang sejati.

– Lebah : Simbul produktif dan manfaat.

Lebah menjadi contoh ideal bagi manusia yang tipe pekerja keras, produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan, terorganisir serta hanya menghasilkan yang terbaik.

Semut, Laba laba dan Lebah adalah binatang kecil yang disebut dalam Al-Qur’an. Masing masing dengan karakteristik yang dapat dijadikan pelajaran bagi manusia yang mengerti.

Semut melambangkan ketekunan tetapi juga ketamakan.

Laba laba menunjukkan keindahan namun lemah, dan ilusi perlindungan yang menghancurkan serta egois.

Sementara Lebah adalah contoh ideal bagi manusia yang ingin hidup produktif, bermanfaat dan terorganisir. Meneladani Lebah adalah pilihan terbaik untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna, bermanfaat bagi diri sendiri dan juga untuk orang lain.

Abu Ja’far Ar Razi meriwayatkan bahwa Rabi bin Anas berkata,” Nyamuk ini diumpamakan kehidupan dunia. Jika kelaparan, nyamuk akan hidup; namun bila kenyang dan badannya menggelembung, nyamuk akan mati. Begitu juga manusia yang ada di dunia, jika mereka tenggelam dalam kehidupan dunia, ALLOH SWT akan segera menghentikan mereka.”

Ayat ayat yang ALLOH SWT umpamakan dengan binatang binatang kecil ini, diperuntukkan bagi kaum kafir, musyrikin dan munafikun; mereka lah yang mengingkari ajaran ajaran samawi.

Berita Terkait

Melawan Tirani Materialisme: Eksorsisme sebagai Metodologi Pembebasan Jiwa dari Papirus Leiden hingga Psikoanalisis Modern
Apakah Raperda Keolahragaan Jawa Timur Mengembalikan Atlet ke Pusat Kebijakan?
Elegi Kesucian Muktamar
Badan sebagai Rumah Ruh dan Jalan Menuju Fana’ul-Fana’
Kedaulatan Ekonomi sebagai Pertahanan Terakhir: Membaca Ulang Pergantian Menkeu 2026
Ketika Sejarah Tak Boleh Asal Tempel: Menyoal Narasi GMNI dan PKI di Majalah MPA
Bahaya Laten “Amnesia Sejarah”: Menggugat Pertanggungjawaban Institusional dan Yuridis Kemenag atas Fitnah Historis terhadap GMNI
Dari Warung ke Startup: Ambisi Transformasi Struktural dalam Perpres Kewirausahaan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:15 WIB

Ketika Alloh Memberikan Perumpamaan Seperti Binatang – Binatang Kecil

Kamis, 24 September 2026 - 08:15 WIB

Melawan Tirani Materialisme: Eksorsisme sebagai Metodologi Pembebasan Jiwa dari Papirus Leiden hingga Psikoanalisis Modern

Kamis, 24 September 2026 - 08:06 WIB

Apakah Raperda Keolahragaan Jawa Timur Mengembalikan Atlet ke Pusat Kebijakan?

Rabu, 23 September 2026 - 14:35 WIB

Elegi Kesucian Muktamar

Minggu, 20 September 2026 - 17:32 WIB

Badan sebagai Rumah Ruh dan Jalan Menuju Fana’ul-Fana’

Berita Terbaru