Menko Muhadjir Dorong Setiap Daerah Memiliki Pelatda untuk Tingkatkan Prestasi Atlet Disabilitas

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 7 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhadjir Effendy mengecek langsung kesiapan arena olahraga yang akan digunakan untuk pertandingan.

Muhadjir Effendy mengecek langsung kesiapan arena olahraga yang akan digunakan untuk pertandingan.

JATIMRAYA.COM – Pekan Paralimpiade Nasional (Perparnas) XVII Solo 2024  dihelat pada 6-13 Oktober 2024. Akan mempertandingkan nomor pertandingan olahraga untuk atlet-atlet penyandang disabilitas.

Menjelang pembukaan Peparnas XVII Solo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengecek langsung kesiapan arena olahraga yang akan digunakan untuk pertandingan.

Beberapa arena olahraga yang dicek kesiapannya oleh Menko PMK, yaitu: Stadion Manahan Solo yang juga akan menjadi arena pembukaan Peparnas XVII, Velodrome Manahan arena balap sepeda, dan Sta dion Sriwedari arena pertandingan para-atletik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menko Muhadjir menyatakan, kesiapan arena pertandingan Peparnas XVII Solo sudah sangat baik. Apalagi, menurutnya Solo memiliki Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk atlet disabilitas. Sehingga, semua sarana prasarana dan fasilitas yang tersedia untuk atlet disabilitas sudah disiapkan dengan sangat baik.

“Kalau persiapan sudah sangat bagus karena Surakarta ini menjadi pusat pelatihan nasional atlet-atlet difabel. Jadi hanya ada beberapa revitalisasi minor. Tidak ada yang khusus dan tidak ada stadion venue baru yang dibangun,” ujar Menko PMK usai melakukan pengecekan di Stadion Sriwedari Solo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu (6/10/2024).

Muhadjir mengatakan, prestasi atlet-atlet penyandang disabilitas di Indonesia sudah bagus. Bahkan, dalam ajang Paralimpiade, atlet disabilitas juga meraih banyak prestasi dan mencetak rekor yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Maka dari itu, untuk terus meningkatkan prestasi atlet disabilitas, maka menurut Menko PMK, fasilitas dan juga intensitas pertandingan harus diperbanyak. Hal ini supaya para atlet bisa semakin menyalurkan bakat dan talenta di bidang olahraga dengan maksimal.

“Tidak hanya sekedar untuk dirinya sendiri, tapi juga memberikan prestasi kepada bangsa dan negara, dan  di tingkat internasional,” ungkapnya.

Selain itu, Muhadjir mendorong setiap daerah harus memiliki Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk mempersiapkan dan membina talenta atlet disabilitas. Hal ini perlu dilakukan supaya mereka dapat terus mengasah kemampuan dan talentanya untuk meraih prestasi terbaik.

“Ini tanggung jawab dari masing-masing daerah untuk membentuk pelatda untuk atlet disabilitas sehingga tidak hanya di Surakarta. Kalau bisa di seluruh daerah menyediakan pelatda,” ujarnya.

Menko PMK pun berharap, kedepan dengan adanya pelatda di tiap daerah, dengan seluruh sarana pendukung, fasilitas, arena yang ramah untuk atlet disabilitas juga membuat pelaksanaan Peparnas bisa dilaksanakan berbarengan di daerah pelaksanaan PON.

“Kita harap inilah terakhir kali penyelenggaraan PON di mana Peparnasnya tidak diselenggaralan di tempat PON atau di alihkan ke Solo. Karena itu mudah-mudahan PON yang akan datang jauh-jauh hari juga sudah disiapkan untuk sarana prasarana untuk Peparnas sehingga tidak perlu di Solo lagi” ujarnya.

PEPARNAS XVII Solo 2024 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting dalam pengembangan olahraga paralimpiade di Indonesia. Dengan perhatian khusus dari pemerintah pusat dan daerah, event ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk kemajuan dan inklusivitas dalam dunia olahraga nasional.

Peparnas XVII Solo 2024 ini akan diikuti atlet dari 35 provinsi yang mencetak rekor kepesertaan daerah terbanyak. Peparnas akan mempertandingkan total 20 cabang olahraga, yaitu: para-panahan, para-atletik, para-bulu tangkis, boccia, para-catur, para-balap sepeda, sepak bola cerebral palsy, para-tenis meja, judo tunanetra, para-angkat berat, para-menembak, para-renang, para-taekwondo, voli duduk, tenpin bowling, anggar kursi roda dan tenis kursi roda. Serta dua cabang olahraga eksibisi yakni para-e-sport dan bola basket kursi roda. (AS)

Berita Terkait

Lampung Dipilih Jadi Pusat Perayaan HPN dan Porwanas 2027
Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran
Wisuda ke-27 Universitas Al-Ahgaff: 14 Putra Madura Ukir Prestasi di Negeri Yaman
TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua
Gratis 24 Jam Layanan Konsultasi Khusus Varises bagi Masyarakat Sebulan Penuh oleh tim Varises Indonesia
Jelang Mudik Lebaran, BRI Perkuat Edukasi Keamanan Digital bagi Nasabah
Petrokimia Gresik Raih Dua Penghargaan di Anugerah BUMN 2026, Dirut Daconi Khotob Sabet Best CEO
PCM Grand Wisata Bekasi Resmi Terbentuk, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Warga

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 07:49 WIB

Lampung Dipilih Jadi Pusat Perayaan HPN dan Porwanas 2027

Minggu, 19 April 2026 - 16:42 WIB

Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran

Minggu, 19 April 2026 - 08:38 WIB

Wisuda ke-27 Universitas Al-Ahgaff: 14 Putra Madura Ukir Prestasi di Negeri Yaman

Sabtu, 18 April 2026 - 17:06 WIB

TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:15 WIB

Gratis 24 Jam Layanan Konsultasi Khusus Varises bagi Masyarakat Sebulan Penuh oleh tim Varises Indonesia

Berita Terbaru

Lifestyle

Surat Jamuan Hidangan (Al-Maidah)

Jumat, 24 Apr 2026 - 05:38 WIB