JATIMRAYA.COM – Menandai Hari Kesehatan Mental, 10 Oktober, Yayasan Mahargijono Schutzenberger meluncurkan program Malang Raya Sehat Jiwa.
Apalagi maraknya kalangan muda bunuh diri menginisiasi Yayasan Mahargijono Schutzenberger meluncurkan program Malang Raya Sehat Jiwa.
Selain membuka program baru, Yayasan Mahargijono ini juga menyediakan layanan gratis penyuluhan, menerima jasa online counsling gratis, dan berbagai layanan gratis lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apalagi isu kesehatan mental akhir-akhir makin meningkat, khususnya setelah ditemukan banyaknya kasus gangguan kesehatan mental yang terjadi di kalangan muda,” ujar Ketua Yayasan Mahargijono Schutzenberger, Sofia Ambarini.
Menurutnya, program ini diluncurkan awal 2024 lalu dengan membuka layanan hotline pencegahan bunuh diri, crisis centre model yang pertama di Indonesia.
“Biasanya hotline hanya konseling online, namun kami ada team quick response-nya,” kata Sofia.
Malang Raya Sehat Jiwa juga bekerja sama dengan berbagai rekanan seperti HIPMI, AIESEC dan M HEALTH, untuk menyediakan solusi-solusi berkelanjutan.
Baca Juga:
Angka 52 Persen sebagai Sinyal Politik: Taktik dan Strategi di Balik Pernyataan Danantara
Meriah! Siswa SDN 3 Bangunsari Ponorogo Ikuti Edukasi Gizi hingga Pertunjukan Barongan
Tepat Hari Kesehatan Mental Dunia, Kamis, 10 Oktober kemarin, Yayasan Mahargijono Schutzenberger melalui program Mental Health Awareness berupaya mengadvokasi kesadaran kesehatan mental.
“Kami juga memberikan pertolongan pertama, seperti online sharing / counselling, penyuluhan, penyediaan healing house,” terangnya.
Bahkan pihaknya memberikan pelatihan pada relawan Mental Health dari berbagai komunitas, termasuk komunitas disabilitas.
Saat ini gangguan kesehatan mental dapat terjadi pada siapa pun, terutama orang yang sulit beradaptasi dengan perubahan.
Baca Juga:
Delixi Electric Perluas Produk dan Perkuat Kemitraan Global di Ajang 140th Canton Fair
World Young Scientist Summit 2026 Resmi Dibuka di Wenzhou, Zhejiang
Walau tidak mengakibatkan kematian secara langsung, gangguan kesehatan mental bisa menyebabkan penderitaan berkepanjangan. “Terutama bagi penderita, keluarga dan orang-orang di sekitarnya,” tuturnya.
Seperti diketahui, Hari kesehatan mental diperingati pertama kalinya pada 10 Oktober 1992 oleh WHO (World Health Organization).
Peringatan ini untuk mengingatkan kepada masyarakat internasional tentang pentingnya meningkatkan kepedulian pada kesehatan mental. (AS)














