Peringati Hari Kesehatan Mental, Yayasan Mahargijono Schutzenberger Luncurkan Program Malang Raya Sehat Jiwa

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 11 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yayasan Mahargijono Schutzenberger meluncurkan program Malang Raya Sehat Jiwa.

Yayasan Mahargijono Schutzenberger meluncurkan program Malang Raya Sehat Jiwa.

JATIMRAYA.COM – Menandai Hari Kesehatan Mental, 10 Oktober, Yayasan Mahargijono Schutzenberger meluncurkan program Malang Raya Sehat Jiwa.

Apalagi maraknya kalangan muda bunuh diri menginisiasi Yayasan Mahargijono Schutzenberger meluncurkan program Malang Raya Sehat Jiwa.

Selain membuka program baru, Yayasan Mahargijono ini juga menyediakan layanan gratis penyuluhan, menerima jasa online counsling gratis, dan berbagai layanan gratis lainnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apalagi isu kesehatan mental akhir-akhir makin meningkat, khususnya setelah ditemukan banyaknya kasus gangguan kesehatan mental yang terjadi di kalangan muda,” ujar Ketua Yayasan Mahargijono Schutzenberger, Sofia Ambarini.

Menurutnya, program ini diluncurkan awal 2024 lalu dengan membuka layanan hotline pencegahan bunuh diri, crisis centre model yang pertama di Indonesia.

“Biasanya hotline hanya konseling online, namun kami ada team quick response-nya,” kata Sofia.

Malang Raya Sehat Jiwa juga bekerja sama dengan berbagai rekanan seperti HIPMI, AIESEC dan M HEALTH, untuk menyediakan solusi-solusi berkelanjutan.

Tepat Hari Kesehatan Mental Dunia, Kamis, 10 Oktober kemarin, Yayasan Mahargijono Schutzenberger melalui program Mental Health Awareness berupaya mengadvokasi kesadaran kesehatan mental.

“Kami juga memberikan pertolongan pertama, seperti online sharing / counselling, penyuluhan, penyediaan healing house,” terangnya.

Bahkan pihaknya memberikan pelatihan pada relawan Mental Health dari berbagai komunitas, termasuk komunitas disabilitas.

Saat ini gangguan kesehatan mental dapat terjadi pada siapa pun, terutama orang yang sulit beradaptasi dengan perubahan.

Walau tidak mengakibatkan kematian secara langsung, gangguan kesehatan mental bisa menyebabkan penderitaan berkepanjangan.  “Terutama bagi penderita, keluarga dan orang-orang di sekitarnya,” tuturnya.

Seperti diketahui, Hari kesehatan mental diperingati pertama kalinya pada 10 Oktober 1992 oleh WHO (World Health Organization).

Peringatan ini untuk mengingatkan kepada masyarakat internasional tentang pentingnya meningkatkan kepedulian pada kesehatan mental. (AS)

Berita Terkait

Meriah! Siswa SDN 3 Bangunsari Ponorogo Ikuti Edukasi Gizi hingga Pertunjukan Barongan
DLH dan Kemenag Sumenep Bersinergi Jaga Kebersihan Lingkungan
Ketua dan Sekretaris PWI se-Madura Dorong Keterwakilan Pengurus di Jatim Agar Tak Dipandang Sebelah Mata
Sidoarjo Kembangkan Perpustakaan Digital untuk Perkuat Budaya Literasi
Subandi Salurkan Kursi Roda kepada Penyandang Disabilitas dan Penderita Stroke
Inovasi Pemkab Sidoarjo Meningkat, Subandi Soroti Stunting dan Pengangguran
Bupati Subandi Apresiasi Senada Fest Fatayat NU, Dorong Perempuan Berkarya untuk Sidoarjo
BRI Surabaya Kusuma Bangsa Perkuat Kedekatan dengan Nasabah di Harpelnas 2026

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Meriah! Siswa SDN 3 Bangunsari Ponorogo Ikuti Edukasi Gizi hingga Pertunjukan Barongan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:37 WIB

DLH dan Kemenag Sumenep Bersinergi Jaga Kebersihan Lingkungan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Ketua dan Sekretaris PWI se-Madura Dorong Keterwakilan Pengurus di Jatim Agar Tak Dipandang Sebelah Mata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Sidoarjo Kembangkan Perpustakaan Digital untuk Perkuat Budaya Literasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Subandi Salurkan Kursi Roda kepada Penyandang Disabilitas dan Penderita Stroke

Berita Terbaru

Lifestyle

Jempol untuk Blak-Blakan Doni

Senin, 26 Okt 2026 - 20:01 WIB