Oleh: Gatot Sundoro
A. Puasa Arafah.
JATIMRAYA.COM – Puasa Arafah adalah ibadah sunnah (Sunnah muakkad) yang dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah (26 Mei 2026) sehari sebelum idul Adha. Puasa ini memiliki keutamaan sangat besar, bisa dikatakan rugi besar apabila seorang mukmin tidak melakukannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keutamaan puasa Arafah adalah adanya ampunan dosa dosa dari ALLOH SWT selama 2 tahun, yaitu tahun lalu dan tahun yang akan datang; seperti sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Saw bersabda:” Puasa hari arafah adalah pahala bagi yang diharapkan kepada ALLOH agar DIA mengampuni dosa dosa yang terjadi pada tahun yang telah berlalu dan tahun yang akan datang.”
B. Idul Adha.
Hari raya idul Adha merupakan hari raya yang diagungkan oleh seluruh umat Islam.
Ada dua peristiwa besar yang berkaitan dengan idul Adha.
Pertama : Pelaksanaan ibadah haji yang puncaknya wukuf di padang Arafah yang dimulai pada tanggal 9 Dzulhijjah (26 Mei 2026).
Kedua : Pelaksanaan ibadah qurban yang dilakukan setelah sholat Ied Adha pada hari Rabu, 10 Dzulhijjah (27 Mei 2026)
Keutamaan ber qurban pada hari raya idul Adha, disabdakan oleh Rasulullah Saw:” Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari raya idul Adha yang paling dicintai oleh ALLOH selain menyembelih hewan qurban…….” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Bahkan adanya anjuran keras bagi yang mampu, seperti sabda Nabi Saw:” Barangsiapa yang memiliki rezeki tetapi ia tidak ber qurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim)
C. Hari Tasyrik.
Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah atau bertepatan dengan hari Kamis, Jum’at dan Sabtu tanggal 28, 29 dan 30 Mei 2026.
Yaitu tiga hari berturut-turut setelah perayaan hari raya idul Adha. Selama empat hari ini (idul Adha dan Tasyrik), umat Islam dilarang puasa karena hari hari itu ditetapkan sebagai waktu untuk menikmati hidangan seperti daging qurban dan bersenang-senang.













