Soal Kenaikan Harga Beras Justru Memukul Petani Sebagai Pihak Produsen, Begini Tanggapan Bapanas

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 6 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan Harga Beras. (Pixabay.com/allybally4b)

Kenaikan Harga Beras. (Pixabay.com/allybally4b)

JATIMRAYA.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan tanggapan terkait pemberitaan yang menyebutkan kenaikan harga beras justru memukul petani sebagai produsen.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani menyampaikan penjelasannya terkait permasalahan tersebut.

Rachmi Widiriani mengatakan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini di 120, ini sejarah untuk petani tanaman pangan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seharusnya kalau dengan bukti bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini di 120, ini sepanjang sejarah NTP untuk petani tanaman pangan paling tinggi.”

“Jadi memang bahagia petani karena harganya tinggi,” jawab Direktur Bapanas Rachmi Widiriani.

“Itu mungkin kekhawatiran kalau nanti masuk musim panen, naik lagi panen, akan terjadi harga turun yang menyebabkan kerugian bagi petani.”

“Terkait ini memang sudah diingatkan oleh Bapak Kepala Bapanas ke Perum Bulog bahwa tugasnya untuk membeli produksi petani agar tidak terjadi kerugian terhadap petani.”

Baca artikel lainnya di sini : Jaga Ketersediaan Pangan dan Stabilisasi Harga, Bapanas Gelar Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga

“Ini untuk menjaga agar harga di tingkat petani tetap baik dan kemudian yang di konsumen juga terjangkau.”

“Kita pun tahu seperti yang sudah disebutkan oleh Profesor Ahmad Muslim bahwa sebagian petani adalah net consumer juga,” tandas Rachmi.

Lihat juga konten video, di sini: Khofifah Indar Parawansa: Kita Doakan Oktober Mendatang Presiden ke-8 Prabowo Subianto Dilantik

“Kami di Bapanas, untuk para produsen, sudah meletakkan 30 alat sistem rantai pasok dingin.”

“Alat-alat besar ini untuk menyelamatkan produk petani seperti bawang merah, cabai, produk daging dan ikan.”

“Itu supaya produk petani dapat dibekukan secara cepat kemudian disimpan, jadi masih bisa diselamatkan, tidak busuk.”

“Memang jumlahnya belum banyak dan ini akan kita tambah terus, tahun ini kita tambah 13 alat lagi.”

“Ini untuk menjaga agar bahan pangan yang sudah diproduksi oleh petani itu tidak sia-sia,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam mendukung penguatan ketersediaan dan stabilisasi pangan wilayah sentra produsen, sebanyak 30 unit sarana dan prasarana (sarpras) rantai dingin (cold chain).

Berupa cold storage, reefer container, air blast freezer, dan heat pump dryer telah ditempatkan pada 12 provinsi.

Di tahun ini, Bapanas menargetkan tambahan sarpras cold chain sebanyak 13 unit.

Pemerintah juga optimis sangat siap dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri di tahun ini.

Utamanya dalam penyediaan pangan pokok bagi masyarakat.

Ketersediaan pangan pokok yang stabil dan secured di tiap jengkal wilayah NKRI telah menjadi bahasan utama.

Di Rakornas HBKN yang dihelat Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama seluruh stakeholder pangan seluruh Indonesia.

“Jadi tadi pagi sudah dilaksanakan rapat koordinasi nasional HBKN menghadapi Ramadan dan Lebaran 2024.”

“Itu memastikan bahwa seluruh pihak siap untuk menjaga ketersediaan pangan di seluruh wilayah.” kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani.

Rachmi Widiriani menyampaikan saat menjadi pembicara dalam dialog ‘Forum Merdeka Barat 9 (FMB9)’ di Jakarta, Senin (4/3/2024).

“Jadi semua dipastikan kesiapannya untuk mendukung dalam rangka ketersediaan pangan menjelang HBKN.”

“Nah salah satu yang diputuskan di rakornas adalah menggiatkan seluruh provinsi dan kabupaten/kota untuk melaksanakan GPM (Gerakan Pangan Murah).”

“Jadi masyarakat bisa membeli bahan pangan denga harganya tentu dikontrol oleh pemerintah dan pasti lebih terjangkau.”

“Ini untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan khususnya menjelang dan saat HBKN,” urainya.

“Kemudian jangan lupa pemerintah juga punya bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) per keluarga untuk total 22.004.077 keluarga.”

“Khususnya masyarakat yang di kelompok bawah ini dapat terpenuhi kebutuhan berasnya.”

“Minimal ia bisa tidak beli beras selama 2 sampai 3 minggu. Lalu nanti sebentar lagi juga akan rilis untuk bantuan keluarga yang berisiko stunting berupa ayam 1 kg dan telur 10 butir.”

“Ini akan diberikan ke 1,4 juta keluarga risiko stunting. Ini pun diharapkan bisa semakin membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya,” sambungnya.***

Artikel di atas juga sudah diterbitkan portal berita ekonomi dan bisnis Pangannews.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Halloup.com dan Ekbisindonesia.com

Berita Terkait

Pelantikan DPW PROPAMI Surabaya Raya Perkuat Sinergi Kampus dan Industri
Sun Life Indonesia Perluas Kampanye “The One You Can Rely On” ke Lebih Banyak Kota, Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan
Bidik Pendapatan Rp42,5 Miliar, PT Loka Refractories Garap Serius Pasar Magnesia
Alat Drumband Investasi Serius untuk Prestasi, Identitas, dan Keberlanjutan
Jarang Disorot Publik, Eks Glencore Ini Kini Dijuluki Raja Nikel Indonesia
EBITDA MBMA Naik 22% di 9M 2025, Operasi Nikel Terintegrasi Makin Solid
Kinerja Kuartal III 2025 Merdeka Copper Gold Tangguh, Proyek Strategis Maju Konsisten
Lenovo Legion Monitor Gen 10 Series Usung Performa 320Hz untuk Gaming dan Kreativitas

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 19:32 WIB

Pelantikan DPW PROPAMI Surabaya Raya Perkuat Sinergi Kampus dan Industri

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:00 WIB

Sun Life Indonesia Perluas Kampanye “The One You Can Rely On” ke Lebih Banyak Kota, Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:22 WIB

Bidik Pendapatan Rp42,5 Miliar, PT Loka Refractories Garap Serius Pasar Magnesia

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:05 WIB

Alat Drumband Investasi Serius untuk Prestasi, Identitas, dan Keberlanjutan

Senin, 29 Desember 2025 - 18:21 WIB

Jarang Disorot Publik, Eks Glencore Ini Kini Dijuluki Raja Nikel Indonesia

Berita Terbaru

Info Jatim

Polisi Turun ke Sawah, Polsek Prambon Cek Lahan Jagung Petani

Minggu, 19 Apr 2026 - 09:41 WIB

Info Jatim

Fun Lab Tour, Siswa SMPN 6 Rasakan Serunya Belajar Sains di SMK

Minggu, 19 Apr 2026 - 09:14 WIB