Soal Sidudasek, Kapolsek Mampang Dibantah Prof. Adrianus Meliala: Diskusi Tidak Perlu Izin

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 2 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Soal Intimidasi Dua Puluh Delapan September Kemang (Sidudasek), Kriminolog Universitas Indonesia dan Pengamat Kepolisian, Prof. Adrianus Meliala, menegaskan kegiatan berdiskusi tidak perlu meminta izin (kepolisian).

Soal Intimidasi Dua Puluh Delapan September Kemang (Sidudasek), Kriminolog Universitas Indonesia dan Pengamat Kepolisian, Prof. Adrianus Meliala, menegaskan kegiatan berdiskusi tidak perlu meminta izin (kepolisian).

JATIMRAYA.COM – Soal Intimidasi Dua Puluh Delapan September Kemang (Sidudasek), Kriminolog Universitas Indonesia dan Pengamat Kepolisian, Prof. Adrianus Meliala, menegaskan kegiatan berdiskusi tidak perlu meminta izin (kepolisian).

“Tidak (Diskusi tidak wajib minta izin. Kecuali kepada pemilik lokasi yang ditempati),” tukas Prof. Adrianus Meliala merespon pertanyaan jurnalis via whatsapp, Selasa (1/10/2024).

Itu sekaligus membantah pernyataan Kapolsek Mampang, Kompol Edy Purwanto, yang mengatakan terjadinya anarkisme gerombolan preman, lantaran Diskusi Kebangsaan di Grand Kemang Sabtu pekan lalu itu tidak memiliki izin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut Adrianus Meliala menggambarkan, kesalahan aparat kepolisian adalah menjalin komunikasi fisik, dan nampak berteman akrab dengan gerombolan perusuh.

Pemandangan saling jabat tangan dan berangkulan, antara perusuh dan aparat polisi, terjadi di luar hotel usai gerombolan begundal mengobrak-abrik tatanan Diskusi Kebangsaan di Ball Room Grand Kemang itu.

Kata Adrianus, jika dengan begitu (sikap akrab polisi dan perusuh) media massa lalu menaruh curiga, bahwa aparat (telah merangkap) menjadi preman, hal itu menjadi urusan media massa.

Menurutnya, polisi yang bertugas di lokasi anarkisme cuma itu-itu juga. Terlebih komandan kepolisian pasti mengenal pelaku, sebaliknya pelaku kenal si komandan. Keakraban itu, nilai Adrianus, dimungkinkan karena kedua pihak sering bertemu di lapangan.

“Komandan kepolisian pasti mengenal pelaku. Sebaliknya pelaku juga pasti mengenal si komandan. Jika dengan begitu media massa curiga bahwa aparat menjadi preman, ya silakan,” sebut Adrianus Meliala.

Adrianus Meliala mengaku tidak tahu saat disinggung, apakah pemilik hotel sebagai oposan, sehingga pengunjuk rasa di depan hotel berorasi mengelu-elukan Jokowi (Presiden).

Sebaliknya jika orasi itu ditujukan kepada pihak yang berdiskusi – membahas isu-isu kebangsaan -, bagaimana bisa mengerti adanya kegiatan itu, Adrianus Meliala menduga para pengunjuk rasa sudah memantau sebelumnya.

“Saya tidak tahu, apakah pemilik hotel oposan. Soal ngertinya kalau di dalam ruang hotel ada diskusi, kemungkinan mereka sudah memantau sebelumnya,” duga Adrianus Meliala.

Adrianus Meliala berpendapat, para pelaku demonstrasi, khususnya yang bayaran, para pelakunya tidak lepas dari yang itu-itu juga. Komunitasnya kecil. Pun aparat kepolisian yang bertugas mengamankan, tak jauh beda, juga petugas yang selalu sama.

Terkait tindak kriminalitas yang dilakukan perusuh, Adrianus Meliala menilai bahwa tindak pidana yang dilakukan para pelaku sudah tercetus di ruangan diskusi.

“Alat bukti sudah ada. Berupa video, kesaksian, perusakan dan bukti lainnya. Tinggal penegakan hukum bisa segera dilakukan,” jelas Adrianus Meliala. (AS)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Teken MoU, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas untuk Menjaga Ketahanan Nasional
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Lestarikan Budaya Jawa, Purwakanthi Gelar Pementasan Prasadha Hambeksa Abhirama
Perkuat Digitalisasi Organisasi, PWI Pusat Resmi Launching Website pwi.or.id
Dukung Gus Kikin Pimpin PBNU, Lora Hasyim Tekankan Harapan untuk Warga Nahdliyin
Kredit UMKM Melambat, Achsanul Qosasi Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Teken MoU, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas untuk Menjaga Ketahanan Nasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Lestarikan Budaya Jawa, Purwakanthi Gelar Pementasan Prasadha Hambeksa Abhirama

Berita Terbaru