Berbohong Atas Nama Rasulullah SAW

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 21 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro

JATIMRAYA.COM – Berbohong dalam agama Islam tentu saja dilarang, apalagi berbohong dengan menjual nama Nabi saw merupakan perbuatan yang amat tercela; dampak dari perbuatan berbohong itu pun juga ada.

Dalam ilmu hadits, berbohong dengan sandaran atas nama Nabi saw disebut sebagai hadits palsu. Jika seseorang berbohong atas nama Nabi saw, ada konsekuensi hukumnya tersendiri di sisi ALLOH.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Al Mughirah, ia mendengar Rasulullah saw bersabda:” Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa berdusta atas namaku secara sengaja, hendaklah dia bersiap siap menempati tempatnya di Neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berbohong atau berdusta, dalam Al Qur’an banyak sekali dicantumkan, ancaman keras ditujukan kepada para pendusta.

” ALLOH tidak memberi petunjuk kepada orang yang boros dan pendusta.” (QS. Ghafir : 28).

” Celaka bagi orang yang pembohong dan pendosa.” (QS. Al Jatsiyah : 7).

” Sesungguhnya yang mengada ngadakan kebohongan, hanyalah orang orang yang tidak beriman kepada ayat ayat ALLOH, dan mereka itulah orang orang pendusta.” (QS. An Nahl : 105).

Bahkan Rasulullah saw mengungkapkan bahwa orang orang yang suka berdusta di capnya sebagai orang yang munafik.

Rasulullah saw bersabda:” Tanda orang munafik ada tiga. Apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia ingkar, dan bila dipercaya ia khianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berita Terkait

Adu Domba: Racun dalam Bungkus Manajemen Konflik
KUWALAT DI PELATARAN TAMBAKBERAS: Membaca Tanggung Jawab Kosmis Rais Aam dan Muktamirin
Ketika Arkana III Bertemu Arkana 0: Rekonstruksi Takdir Gus Gudfan di Tengah Kegelapan Muktamar
Ketika Langit Nusantara Bergetar: Membaca Aksara Semesta di Ambang 27 Agustus 2026
Mutilasi Kemasan Konstitusional
Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan
Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita
Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Adu Domba: Racun dalam Bungkus Manajemen Konflik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Ketika Arkana III Bertemu Arkana 0: Rekonstruksi Takdir Gus Gudfan di Tengah Kegelapan Muktamar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Ketika Langit Nusantara Bergetar: Membaca Aksara Semesta di Ambang 27 Agustus 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan

Berita Terbaru

Lifestyle

Adu Domba: Racun dalam Bungkus Manajemen Konflik

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:40 WIB