Meski Angka Turun, Walikota Surabaya Tetap Optimis

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 20 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Surabaya Eri Cahyadi memberi tanggapan terkait turunnya angka APBN hingga masalah transportasi

Walikota Surabaya Eri Cahyadi memberi tanggapan terkait turunnya angka APBN hingga masalah transportasi

JATIMRAYA.COM, Pada Kamis (19/10), setelah menyampaikan jawaban kepada para fraksi terkait RAPBD 2024 di DPRD Kota Surabaya, Eri Cahyadi juga menyampaikan tanggapan para fraksi mengenai pelayanan publik.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan semua pelayanan publik akan dipastikan akan terus berjalan

“Terkait jawaban yang kita sampaikan dari pertanyaan fraksi, salah satunya terkait anggaran kesehatan, padat karya, dan isu kemiskinan. Itu semuanya bukan hanya hasil kerja Pemkot Surabaya sendiri tetapi juga hasil kinerja bersama DPRD, ” kata Eri.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eri juga yakin dengan semua layanan publik dikhususkan kepada anggaran kesehatan dan pendidikan akan menjadi prioritas

“Jadi kita sampaikan bahwa, kesehatan dan pendidikan selalu berada 20% diatas dari anggaran APBD kota Surabaya, ” lanjutnya.

Tercatat APBD kota Surabaya yang turun, Eri mengungkap angka tersebut turun karena silpa (selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama satu periode anggaran).

“APBD turun itu karena silpa, ” kata Eri.

Ia juga memberi faktor kedua terkait turunnya APBD karena aturan yang baru Pemerintah tidak diperbolehkan menarik retribusi dari masyarakat.

“Yang kedua, peraturan pemerintah yang baru tidak boleh menarik retribusi. Jadi retribusi hilang semua, terus nantinya kita akan diganti dengan BPKB itu, tapi tidak berlaku tahun ini tapi berlakunya tahun 2025, ” lanjut Eri.

“Retribusi dihilangkan, tidak boleh ditarik tapi itu dikompensasikan dengan pendapatan dari BPKB itu tidak bisa dilakukan di 2024 baru dilakukan di 2025. Jadi InsyaAllah, di 2025 pasti akan naik, ” imbuhnya.

Meski mengalami penurunan, Eri tetap optimis Pemkot Surabaya tetap bisa memberi pelayanan yang baik dan penurunan tersebut tidak berpengaruh kepada pelayanan publik apapun.

Beralih ke isu transportasi, Eri mengungkapkan pengembangan infrastruktur akan diperhitungkan kembali agar semua pihak mendapatkan manfaat

“Kemarin sudah dihitung kembali dengan tenaga ahli, ketika kita membangun MRT kalau MRT itu seperti yang dikatakan Pak menteri perhubungan kemarin seperti yang disampaikan beliau, kalau membangun MRT hanya di dalam kota selesai, tidak akan pernah mencapai kembali modalnya, ” jelas Eri.

Selain terkendala mengalami kesulitan dalam pengembalian modal terkait pembangunan, jika infrastruktur tersebut hanya di bangun di kota maka yang menggunakannya hanya berjumlah sedikit dan menurut Eri hal tersebut juga harus diperhatikan juga jalan yang selalu mengalami kemacetan.

“Yang kedua, yang naik ya tidak ada. Karena setelah mendapatkan kajian kemarin dihitung kembali dari kementrian juga ternyata kemacetan Surabaya itu karena arah dari Sidoarjo, Lamongan, Gresik, ” ungkap Eri.

Eri juga mengungkapkan rasa terimakasih atas bantuan dari pihak kementrian perhubungan yang telah membangun infrastruktur kota Surabaya yang nantinya akan seperti di Jabodetabek.

“Jadi kalau hitungannya hanya lokal, hanya di dalam Surabaya dari barat dan timur tidak ada yang naik. Karena di Surabaya ini jumlahnya kendaraan masih tertampung dengan jumlah ruas jalan yang ada di kota Surabaya, ” ungkapnya.

Ia juga akan mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya akan menambah jumlah transportasi umum yang nantinya diharapkan kepada seluruh pegawai kota Surabaya tidak selalu menggunakan kendaraan pribadi. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD Pamekasan: Mahasiswa Harus Kuasai AI dan Nalar Kritis di Era Industri 5.0
Mahasiswa UIN Madura Sukses Pentaskan Drama “HAH” Karya Putu Wijaya
Peringati HUT ke-14, Kabar Madura Dapat Dukungan Tokoh Agama dan Akademisi Madura
Pemuda Diduga ODGJ Ditemukan Tewas Mengambang di Pintu Air Kanal Magetan
Pria 33 Tahun di Madiun Ditemukan Meninggal Dunia Tergantung di Pohon
Ribuan Masyarakat Ikuti HUT ke-14 Kabar Madura, Achsanul Qosasi: Semoga Kita Jadi Orang Pojur!
Pemkab Sidoarjo Genjot Revitalisasi TPS 3R untuk Kurangi Beban TPA Griyo Mulyo
BRI Sumenep: Proses Lelang Agunan Nasabah Bermasalah Telah Sesuai Ketentuan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:03 WIB

Wakil Ketua DPRD Pamekasan: Mahasiswa Harus Kuasai AI dan Nalar Kritis di Era Industri 5.0

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:26 WIB

Mahasiswa UIN Madura Sukses Pentaskan Drama “HAH” Karya Putu Wijaya

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:16 WIB

Peringati HUT ke-14, Kabar Madura Dapat Dukungan Tokoh Agama dan Akademisi Madura

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:24 WIB

Pemuda Diduga ODGJ Ditemukan Tewas Mengambang di Pintu Air Kanal Magetan

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:20 WIB

Pria 33 Tahun di Madiun Ditemukan Meninggal Dunia Tergantung di Pohon

Berita Terbaru

Lifestyle

Seni Memecah Fokus: Kontra-Intelijen di Balik Gerakan Massa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:11 WIB

Lifestyle

Menafsirkan Ayat-ayat Al-Qur’an

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:12 WIB