Oleh: Gatot Sundoro
JATIMRAYA.COM – Sholat jenazah merupakan salah satu ibadah yang penting. Tatacara sholat jenazah terdiri dari 4 takbir (tanpa rukuk, sujud dan duduk); niat, membaca surat Alfatihah; membaca shalawat; berdoa khusus untuk jenazah dan terakhir salam.
Sholat jenazah posisi imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah laki laki. Apabila jenazah nya perempuan, maka posisi imam berada ditengah jenazah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semakin banyak yang sholat jenazah, semakin besar peluang jenazah mendapatkan syafaat dari ALLOH SWT, bahkan minimal 3 shaf dianjurkan (jumlah shaf ganjil), namun apabila sholat jenazah shaf nya kurang, sholatnya tetap sah.
Nabi Muhammad Saw pernah bersabda:” Barangsiapa yang di sholat kan tiga shaf, maka dia wajib (mendapatkan surga).” (HR. Tirmidzi). Namun demikian Nabi Saw pernah mengimani sholat jenazah untuk putranya Abu Thalhah yang namanya Umair, dengan jamaah kurang dari tiga shaf (Rasulullah menjadi Imam sholat jenazah dengan makmum Abu Thalhah dan istrinya yang posisinya dibelakang Abu Thalhah) (HR. At- Thahawi).
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh abu Hurairah, dia berkata:” Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda:” Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, lalu empat puluh orang mensholati jenazahnya, mereka tidak menyekutukan sesuatu dengan ALLOH, melainkan ALLOH memberikan syafaat melalui mereka pada orang yang meninggal tersebut.” (HR. Muslim)
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika mensholati jenazah:
1. Jika mensholati banyak jenazah laki laki maupun perempuan, maka jenazah laki laki (walaupun masih kecil) ditempatkan dekat imam sedangkan jenazah perempuan didekatkan ke kiblat (HR. An Nasa’i)
2. Diperbolehkan mengumumkan nama jenazah laki laki ataupun perempuan ketika akan disholatkan, agar orang orang yang sholatnya mendoakan sesuai jenis kelamin jenazah.
3. Jika jenazah laki laki, maka posisi imam lurus dengan kepala jenazah. Apabila jenazah perempuan, imam posisinya antara perut dan kemaluannya (HR. Abu Daud).
4. Diperbolehkan mensholati jenazah perempuan yang sedang haid/nifas di masjid, sepanjang nodanya tidak keluar lagi. Hal ini dikarenakan hukum hukum haid dan nifas tidak berlaku lagi karena kematian itu.
Tatacara sholat jenazah:
1. Berniat dalam hati.
2. Takbir pertama, baca ta’awudz, kemudian baca surat Alfatihah.
3. Takbir kedua, baca sholawat.
4. Takbir ketiga, baca doa untuk jenazah
– Doa untuk jenazah laki laki : Allahummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fuanhu (Ya ALLOH ampunilah dia, berilah Rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia)
– Doa untuk jenazah wanita: Allahummaghfir laha warhamha wa’aafiha wa’fuanha.
5. Takbir keempat, lalu membaca doa :
– Untuk jenazah laki laki : Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu (Ya ALLOH, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, ampunilah kami dan dia)
– Doa untuk jenazah perempuan: Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinnaa ba’daha waghfirlana wa laha)
6. Mengucapkan salam, sambil menoleh kekanan dan kekiri.
7. Jika jenazah jumlahnya banyak, maka bacaan doa ayat terakhir diganti HUM: Allahummaghfirla-HUM, warham-HUM, dst.














