Target Bangun Budaya, KORMI Sidoarjo Serahkan Alat Peraga Tradisional ke Sekolah-sekolah

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 5 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak ketika bermain di sekolah.

Anak-anak ketika bermain di sekolah.

JATIMRAYA.COM – Ketua KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Jawa Timur Dr.H. Hudiono,M.Si melakukan kunjungan ke SDN Kali Tengah 2 Tanggulangin dengan menyerahkan alat peraga tradisional serta paket sembako bagi wali murid tidak mampu.

Hal ini dilakukan guna mempopulerkan tradisi budaya berupa alat peraga tradisional egrang, dakon dan holahop serta skateboard,Senin(4/3).

Dr.H.Hudiyono,M.Si mengatakan masyarakat Indonesia harus bugar, untuk itu KORMI membuka pintu dengan dibidang kesehatan, budaya, teknologi yang berbasis masyarakat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena binaan KORMI seperti tari tadi adalah potensi Sidoarjo, dimana Sidoarjo sudah banyak menghasilkan berbagai kreasi Tari,” ujar Hudiyono.

Maka dari itu perlunya sosialisasi di sekolah- sekolah, target membangun budaya ini peristiwa yang luar biasa, bersama – sama kita kolaborasi membuat anak-anak ini sehat dan bermanfaat, yang sangat peduli dengan kebugaran. Paling prioritas pertama itu kebugaran.

“Maka Kepala sekolah dan guru dititipi tiga kontruksi pertama, bangun olah pikir, olah roso dan olah rogo bagi kami yang kami rana (rananya) adalah olahraga ini edukasi di sekolah membangun kebugaran berpartner bermitra dengan KORMI,” tegasnya.

“Para kepala sekolah menjadikan diri relawan, pahlawan kebugaran untuk hari ini mensodaqohkan sosial kita.Membangun kebugaran di Sidoarjo khususnya kepada anak-anak kita agar sehat,bugar yang penting gembira,”pungkanya.

Terpisah Vicky Agung Pratama,S.Pd menyatakan dalam rangka penyerahan alat peraga permainan tradisional dari Kormi Provinsi Jawa Timur. Dimana berupa egrang, dakon, holahop dan skateboard.

“Hal ini sangat positif untuk mempopulerkan kembali olahraga tradisional di lingkup sekolah,karena adanya perkembangan zaman berupa gadget,olahraga tradisonal agak terpinggirkan atau tersisihkan keberadaannya dan anak-anak lebih memilih bermain gadget (HP),” terang Vicky.

Masih kata Vicky, pastinya akan kami kembangkan ke murid-murid melalui pembelajaran PJOK disekolah dengan cara memberikan pengetahuan dan praktek langsung permainan tradisional tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan kami jadikan ekstra khusus berupa Olahraga Rekreasi.

Tujuan dan harapan program ini tidak berhenti disini, karena akan kami jadikan pilot project olahraga rekreasi di Kecamatan Tanggulangin. Khususnya di SD dan kami butuh pendampingan juga dari pelatih atau pegiat-pegiat olahraga rekreasi untuk membimbing dalam melaksanakan program tersebut,” papar Vicky

MG. Hadi Sutjipto SH, MM ketua KORMI Kab.Sidoarjo menyampaikan, KORMI sadar betul agar anak-anak senang olahraga, kalau punya prestasi pindah ke KONI, hal ini menyongsong Indonesia emas 2045, sehat dan bugar gembira olahraga luar biasa secara nasional.

“Saya pernah ngurusi pendidikan, saya prihatin waktu itu guru pensiun, ditambah tugas ngajar olahraga karena tidak ada pengetahuan olahraga diajak jalan saja, iya itu yang juga buat kita prihatin.”

“KORMI bangkitkan olahraga nasional, karena di KORMI ada festival, olah raga masyarakat. budaya nenek moyang kita, budaya leluhur kita, terutama dakon dimana anak agar melupakan gadget agar tidak pegang hp terus,” kata pak Cip.

Perlu diketahui KORMI merupakan lembaga yang menaungi berbagai induk olahraga rekreasi di Indonesia. Olahraga rekreasi adalah salah satu jenis olahraga yang diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Sementara Endang Prasetiyowati selaku penggagas (ketua tim pelaksana) mengatakan acara tersebut bisa terlaksana berkat kerja sama dengan ketua KORMI Jatim dan ketua KORMI Sidoarjo.

“Ini adalah kegiatan memperkenalkan ke anak-anak sekolah tentang olah raga tradisional yang notabene banyak anak-anak sekarang yang tidak paham dengan Olga tradisional,” jelasnya.

“Tujuannya agar olahraga ini bisa dikenal lebih dalam oleh kalangan masyarakat khususnya anak-anak sekolah,” Tutupnya. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

BRI Sumenep: Proses Lelang Agunan Nasabah Bermasalah Telah Sesuai Ketentuan
TK Cahaya Kita Sidoarjo Lepas 26 Siswa Angkatan ke-24, Wali Murid Haru Saksikan Pentas Seni
Tak Cukup Tarif Cukai, Achsanul Qosasi Minta KEK Tembakau Madura Segera Direalisasikan
Surat Terbuka
Balon Udara Raksasa Jatuh di Kebun Tebu Magetan, Bocah-Bocah Heroik Padamkan Api
Queen Dawet: Ketika Mimpi Besar Dimulai dari Dapur Rumahan
Cooking Class Seru di IBS PKMKK Pamekasan, Santri Asah Life Skill dan Kreativitas
Pendidikan Islam di Pamekasan Makin Kuat, MTs Kyai Mudrikah Resmi Beroperasi

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:33 WIB

BRI Sumenep: Proses Lelang Agunan Nasabah Bermasalah Telah Sesuai Ketentuan

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:46 WIB

TK Cahaya Kita Sidoarjo Lepas 26 Siswa Angkatan ke-24, Wali Murid Haru Saksikan Pentas Seni

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:49 WIB

Tak Cukup Tarif Cukai, Achsanul Qosasi Minta KEK Tembakau Madura Segera Direalisasikan

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:53 WIB

Surat Terbuka

Senin, 1 Juni 2026 - 07:53 WIB

Balon Udara Raksasa Jatuh di Kebun Tebu Magetan, Bocah-Bocah Heroik Padamkan Api

Berita Terbaru

Lifestyle

Berhala Bernama Uang: Ketika Angka Mendikte Jiwa

Minggu, 7 Jun 2026 - 00:11 WIB

Lifestyle

Top Predator’ di Rimba Kekuasaan Modern

Minggu, 7 Jun 2026 - 00:06 WIB